Sidang Cebongan, teleconference belum disetujui Pengadilan Militer

Selasa, 25 Juni 2013 - 14:24 WIB
Sidang Cebongan, teleconference...
Sidang Cebongan, teleconference belum disetujui Pengadilan Militer
A A A
Sindonews.com - Metode memberi kesaksian dengan menggunakan alat komunikasi atau teleconference yang diajukan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), sampai saat ini masih belum juga disetujui oleh Majelis Hakim.

Menurut Kepala Tata Usaha Urusan Dalam (Kataud) Pengadilan Militer II - 11 Yogyakarta, Kapten (Sus) Aulisa Dandel, untuk memutuskannya, dibutuhkan alasan, kenapa para saksi tidak bisa dihadirkan secara langsung.

"Belum. Perlu tidaknya masih menunggu pertimbangan dari Majelis Hakim. Masih lihat di lapangan nanti, alasan saksi tidak bisa dihadirkan," kata Aulisa, Selasa (25/6/2013) siang.

Sebagaimana diketahui, sidang kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIB Cebongan, Sleman, selanjutnya akan digelar pada Rabu (26/6/2013) besok, dengan agenda tanggapan eksepsi dari Oditur Militer.

Sebelumnya, eksepsi dibacakan oleh Penasihat Hukum para terdakwa, pada Senin (24/6/2013) kemarin.

Kasus penyerangan Lapas IIB Cebongan, Sleman, tersebut terjadi pada Sabtu (23/3/2013) lalu, hingga menewaskan empat tahanan titipan Polda DIY.

Pelaku merupakan 12 anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Kartosuro, yang saat ini sedang menjalani proses peradilannya di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta.

Sementara, salah satu anggota LPSK, Teguh Soedarsono mengatakan, alat teleconference sudah mulai dirakit. Hal itu untuk memastikan semua piranti berfungsi maksimal jika nantinya digunakan.

Menurutnya, metode teleconference tersebut merupakan alternatif kedua. "Alternatif pertama, sebenarnya hakim bisa datang langsung ke Lapas," ucapnya.
(rsa)
Berita Terkait
Berikut Lima Kasus Kebakaran...
Berikut Lima Kasus Kebakaran Hebat Lapas di Indonesia
Rekonstruksi Penyerangan...
Rekonstruksi Penyerangan Anggota Polri di Gorontalo
Polisi Ringkus Tiga...
Polisi Ringkus Tiga Pelaku Penyerangan Pakai Anak Panah di Makassar
Lapas Tangerang Kebakaran,...
Lapas Tangerang Kebakaran, Puluhan Napi Tewas Terbakar
Lapas Brebes Over Kapasitas
Lapas Brebes Over Kapasitas
Kasus Benturan Kembali...
Kasus Benturan Kembali Terjadi, Harmonisasi TNI – Polri Mendesak
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
4 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
5 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
6 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
7 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
8 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved