4 pekerja Ancol tewas keracunan di bak wahana air

Kamis, 20 Juni 2013 - 15:20 WIB
4 pekerja Ancol tewas...
4 pekerja Ancol tewas keracunan di bak wahana air
A A A
Sindonews.com - Empat orang pekerja tewas, dan lima lainnya mengalami luka-luka saat melakukan pengerjaan pembersihan bak di wahana air Sea Water Reverse Osmosis di Taman Impian Jaya Ancol, Rabu 19 Juni 2013.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Muhammad Iqbal mengatakan, keempat pekerja yang tewas atas nama Miftah, Sugiarto, Purnama dan Surya. Saat ini, jenazah mereka telah dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangung Kusumo (RSCM).

Sementara lima korban lainnya, Mulyana, Sunaryo, Marizal, Anim, dan Nurdin, masih menjalani perawatan itensif di RS Sulianto Saroso, dan Satyanegara.

"Yang tertinggal di dalam bak, korban atas nama Purnama," kata M. Iqbal saat dihubungi, Kamis (20/6/2013).

Dia menjelaskan, wahana Sea Water Reverse Osmosis merupakan tempat pengelolaan air laut menjadi air bersih. Peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi pukul 17.00 WIB, itu bermula ketika PT Jaya Ancol mempunyai perusahaan pemurnian air bernama PT Sarana Tirta Utama (STU).

Dalam pelaksanaannya, perusahaan itu menunjuk PT Beta Pramesti (BF) sebagai operasionalnya. "Pekerja proyeknya atas nama Miftah yang mengatur enam pekerja lainnya," tukasnya.

Menurutnya, petaka ini bermula ketika Miftah Sudiarto, masuk ke dalam bak lalu tiba-tiba berteriak. Kemudian lima pekerja lainnya berupaya menolong korban. Namun justru ikut lemas, karena diduga keracunan. Atas kejadian itu, empat orang pekerja meninggal dunia, dan lima lainnya mengalami lemas.

"Setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan evakuasi dibantu penyelam dari TNI AL dan Pemadam Kebakaran," terangnya.

Hingga kini, kasus kecelakaan kerja itu masih diusut kepolisian dengan melakukan olah tempat kejadian perkara serta memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi.

Dua orang dalam kasus ini sudah diperiksa sebagai saksi yakni pimpinan proyek PT STU, Sharul Akbar (46), dan Pengawas Operator PT BF Kris (35). "Kami masih lakukan penyelidikan apakah dalam kasus ini ada unsur pidana. Pulabor Mabes Polri juga sedang menentukan racun penyebab lemas dan kematian korban," tutupnya.
(san)
Berita Terkait
Pasca Terjadinya Kecelakaan...
Pasca Terjadinya Kecelakaan Kerja, Garis Polisi Dipasang di Proyek PLTP Dieng
27 Kasus Kecelakaan...
27 Kasus Kecelakaan Kerja Terjadi di PT SGS Sejak 2020
Karyawan Pabrik Kayu...
Karyawan Pabrik Kayu Lapis di Luwu Meninggal Tertarik Mesin
Perbaiki Septic Tank,...
Perbaiki Septic Tank, Wawi Tewas Tertimpa Dinding di Jagakarsa
Kecelakaan Kerja di...
Kecelakaan Kerja di Luwu Kembali Terjadi, Seorang Karyawan Meninggal Dunia
Remaja di Jakarta Rentan...
Remaja di Jakarta Rentan Kecelakaan Kerja, Diperlukan Aplikasi Layanan Kesehatan Digital
Berita Terkini
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
18 menit yang lalu
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
25 menit yang lalu
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
27 menit yang lalu
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
42 menit yang lalu
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
1 jam yang lalu
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved