Habitat Lutung Bekasi menuju kepunahan

Minggu, 16 Juni 2013 - 18:48 WIB
Habitat Lutung Bekasi...
Habitat Lutung Bekasi menuju kepunahan
A A A
Sindonews.com - Monyet berbulu tebal dan berwarna hitam, atau masyarakat Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, menyebutnya 'lutung', keberadaannya kini sangat memprihatinkan.

Padahal populasi satwa pemakan buah dan ikan itu, pada tahun 1985 lalu, banyak sekali dan jumlahnya hingga ratusan ekor. Pada saat itu, kondisi hutan mangrove (bakau) di Muaragembong, masih tebal dan rimbun.

Masyarakat Muaragembong yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani tambak, dahulu sering melihat lutung bergerombol dan bergelayutan di dahan pohon mangrove. Setiap gerombolan terdiri sekitar 20 ekor.

Mereka menetap di wilayah pesisir Muaragembong, seperti di desa Pantai Bahagia yang berbatasan dengan Kabupaten Karawang dan desa Pantai Harapan Jaya.

"Satwa itu, kini jumlahnya tinggal puluhan ekor saja. Keberadaan lutung itu sering saya lihat di hutan mangrove, wilayah Desa Pantai Bahagia, dan Desa Pantai Harapan Jaya," ujar tokoh masyarakat Muaragembong H. Bisri kepada Sindonews, Minggu (16/6/2013).

Bisri mengatakan, untuk melihat lutung-lutung itu sekarang ini sukar sekali. Apalagi yang sampai bergerombolan. Tapi di waktu-waktu tertentu mereka menampakan dirinya.

"Seharusnya pesisir Muaragembong menjadi pintu gerbang terakhir penyelamatan satwa di Kabupaten Bekasi. Karena wilayah ini memiliki area mangrove terluas. Jika di bandingkan dengan pesisir Kecamatan Babelan dan Kecamatan Tarumajaya," tambahnya.

Apalagi, sambungnya, sebagian wilayah Muaragembong, peruntukannya untuk perhutanan yang langsung di bawah kendali Departemen Kehutanan.

"Seharusnya pemerintah pusat dan daerah segera memperioritaskan masalah penyelamatan lutung dan satwa lainnya di Muaragembong," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Mustakim menyesalkan hampir punahnya lutung yang berada di Bekasi. Pemkab Bekasi, dalam hal ini BPLH maupun pemerhati harus turun melestarikan satwa dilindungi ini.

"Kalau tidak ada penanganan dengan segera, maka satwa-satwa tersebut akan benar-benar punah. Bupati Bekasi harus peduli kepada lingkungan, terutama perlindungan satwa liar," tandasnya.
(san)
Berita Terkait
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Pengadilan Negeri Cikarang...
Pengadilan Negeri Cikarang Gelar Sidang di Tempat Periksa Pasar Induk Cibitung
Danrem 051/Wijayakarta...
Danrem 051/Wijayakarta Resmikan Gedung Baru Koramil 05 Cibitung
Tata Mal Pelayan Publik,...
Tata Mal Pelayan Publik, Bekasi Anggarkan Rp2,9 Miliar
Inspektorat Bekasi Klaim...
Inspektorat Bekasi Klaim Selamatkan Uang APBD 2019 Senilai Rp1,5 Miliar
Cegah Corona, PLN UP3...
Cegah Corona, PLN UP3 Cikarang Minta Pelanggan Lakukan Baca Meter Mandiri
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
3 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
4 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
5 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
7 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
8 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
8 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved