Seorang pemuda di Kendal dianiaya & ditikam geng motor
Minggu, 16 Juni 2013 - 12:18 WIB
Seorang pemuda di Kendal dianiaya & ditikam geng motor
A
A
A
Sindonews.com - Aksi geng motor kembali meresahkan warga. Di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah misalnya, hanya karena menegur sekelompok pemuda, seorang warga justru dianiaya dan ditikam pemuda yang diduga geng motor.
Korban kekerasan kelompok geng motor Martin Wagetanupo (25), warga Dukuh Jambetsari, Desa Krajan Kulon Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Kini ia terpaksa harus terbaring lemas di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Soewondo. Martin menderita luka tikam punggung setelah ditikam beberapa kali. Pelipis Martin juga mengalami luka serius sehingga harus dijahit, serta rusuknya yang patah.
"Saya menegur segerombol pemuda yang mengendarai motor di depan Pasar Gladag Kaliwungu. Saya menegur karena hampir menabrak seorang pejalan kaki," jelasnya, Minggu (16/6/2013).
Menurut Martin, awalnya hanya tiga pengendara motor saja yang ugal-ugalan. Saat ditegur, kawanan geng motor tersebut melihat korban dan kembali bersama belasan teman lainnya. Tanpa basa-basi korban yang sedang duduk di depan pasar, dipukul dan dikeroyok.
"Seorang dari mereka mengeluarkan pisau dan menusuk punggung saya beberapa kali. Saya roboh dan akhirnya ditolong warga," paparnya.
Saat itu, diketahui korban sempat melawan. Namun karena kalah jumlah pelaku yang banyak membuat korban tak berdaya. Pelaku yang diduga belasan ini, kata dia, kabur ke arah selatan dengan menggunakan sepeda motor.
Korban kekerasan kelompok geng motor Martin Wagetanupo (25), warga Dukuh Jambetsari, Desa Krajan Kulon Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Kini ia terpaksa harus terbaring lemas di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Soewondo. Martin menderita luka tikam punggung setelah ditikam beberapa kali. Pelipis Martin juga mengalami luka serius sehingga harus dijahit, serta rusuknya yang patah.
"Saya menegur segerombol pemuda yang mengendarai motor di depan Pasar Gladag Kaliwungu. Saya menegur karena hampir menabrak seorang pejalan kaki," jelasnya, Minggu (16/6/2013).
Menurut Martin, awalnya hanya tiga pengendara motor saja yang ugal-ugalan. Saat ditegur, kawanan geng motor tersebut melihat korban dan kembali bersama belasan teman lainnya. Tanpa basa-basi korban yang sedang duduk di depan pasar, dipukul dan dikeroyok.
"Seorang dari mereka mengeluarkan pisau dan menusuk punggung saya beberapa kali. Saya roboh dan akhirnya ditolong warga," paparnya.
Saat itu, diketahui korban sempat melawan. Namun karena kalah jumlah pelaku yang banyak membuat korban tak berdaya. Pelaku yang diduga belasan ini, kata dia, kabur ke arah selatan dengan menggunakan sepeda motor.
(rsa)