Polisi selidiki kasus investasi emas bodong di Bogor

Jum'at, 14 Juni 2013 - 19:15 WIB
Polisi selidiki kasus...
Polisi selidiki kasus investasi emas bodong di Bogor
A A A
Sindonews.com - Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Didik Purwanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan dan penyelidikan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi emas yang dilakukan PT Primaz cabang Bogor.

"Saat ini kita sudah menerima laporan dari 44 orang nasabah investasi emas yang merasa dirugikan oleh terlapor (PT Primaz)," ujar Didik, kepada wartawan, di Bogor, Jumat (14/6/2013).

Ditambahkan dia, pihaknya masih mendalami keterangan dari para korban, dan beberapa bank swasta maupun negeri yang bekerjasama dengan PT Primaz dalam bisnis investasi emas, baik dalam bentuk gadai maupun fisik.

"Umumnya para korban melaporkan terkait investasi yang tidak sesuai janji PT Primaz saat melakukan promosi di Mall Botani Square," tandasnya.

Dugaan sementara, berdasarkan keterangan nasabah atau para korban, modus PT Primaz adalah mengiming-imingi profit sebesar 2-3 persen kepada korbannya.

"Konsumen/nasabah cukup hanya membeli emas senilai 40 persen emas dari total investasi yang saat itu harga emas Rp700/gram. Sisanya PT Primaz dan bank yang diajak kerjasama menanggungnya," terangnya.

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya baru mendalami keterangan dari pihak pelapor dan beberapa bank saja. "Terlapor dalam hal ini PT Primaz baru akan dipanggil dan diperiksa," bebernya.

Saat ini, sambungnya, belum ada satu pihak pun dari PT Primaz yang dijadikan tersangka. Namun, tidak menutup kemungkinan, jika terbukti benar pihak bank akan dijadikan tersangka.

"Jika indikasi pelanggaran pidana, yakni kerugian pelapor maupun bank terbukti, kami akan memeriksanya dan langsung menetapkan tersangka. Jadi hingga saat ini belum ada yang ditetapkan tersangka," ungkapnya.
(san)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Terbukti Gelapkan Uang...
Terbukti Gelapkan Uang Jual Beli Kayu Rp3,6 Miliar, Bos PT DTA Divonis 1 Tahun
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Pelaku Penipuan yang...
Pelaku Penipuan yang Beraksi di Natuna Ditangkap di Batam
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
10 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
10 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
11 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
11 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
12 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
15 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved