Santri Ponpes di Depok belajar dari Sang Kiyai

Minggu, 09 Juni 2013 - 19:46 WIB
Santri Ponpes di Depok...
Santri Ponpes di Depok belajar dari Sang Kiyai
A A A
Sindonews.com - Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang kental dengan nuansa keislaman. Namun, sejak adanya film 'Sang Kiyai', membuat para santri di Depok beramai-ramai memadati gedung bioskop hanya sekedar menonton film tersebut.
Terbukti, dengan banyaknya pengunjung yang mengenakan jilbab dan peci sebagai simbol pesantren.

"Kita tidak alergi dengan bioskop. Bahkan, bisa kita jadikan sebagai sarana dakwah. Tentu, di bioskop ada nilai negatif dan positifnya," terang Kepala Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah, Pancoran Mas, Zaenuddin Maksum Ali, Minggu (9/6/2013).

Zainuddin mengungkapkan, pesantren telah membuka diri terhadap kemajuan dan pengaruh yang baik. Pihaknya mengaku memesan bioskop di Detos selama dua hari, dengan mengajak warga pesantrennya.

Ia menilai, dalam film itu banyak hal yang bisa diambil pelajaran. Diantaranya tokoh Sang Kiyai adalah pendiri NU. Selain itu, banyak hal yang mengangkat peran Pesantren dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia.

"Hadratus Syekh (KH. Hasyim Asyari) sendiri adalah NU. Sedangkan, Pesantren tak bisa lepas dari NU," terangnya.

Hal senada diutarakan Wakil Sekretaris Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Mas'ud, kedatangan ke bioskop untuk menyaksikan Sang Kiyai. Menurutnya, bukan mengajarkan pada santri untuk menonton bioskop. Namun, sengaja mengajak nonton bareng film "Sang Kiyai".

"Jadi, bukan ke bioskopnya. Tapi, mendidik melalui tontonan yang mendidik," ujar Kepsek MA Al-Nahdlah, Pondok Petir, Depok ini.

Dia menilai dengan menonton film tersebut, menjadi ajang untuk mengungkap hal yang luput dari penulisan sejarah umum. Diantaranya adanya resolusi jihad. Terlebih lagi, lanjutnya, peran Pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga keutuhan NKRI.

"Ternyata, resolusi jihad itu kan keluar pada bulan Oktober atau dua bulan setelah kemerdekaan RI. Pengaruhnya cukup besar, mungkin kalau tidak dikeluarkan bisa jadi penjajah masih bercokol," terangnya.

Salah satu penonton Sang Kiyai dari Al-Nahdlah boarding school mengaku senang dengan film itu. Menurutnya, selama ini banyak film yang tidak mendidik dan hanya bernilai hiburan atau bisnis.

"Film ini berbeda, alur cerita, aktingnya juga bagus. Kita nobar di Cinere Mall. Semoga aja, dunia perfilman kita menghasilkan karya yang terus lebih baik," tandasnya.
(stb)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
1 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
1 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
5 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
5 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
7 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved