Korban lapangan terbang bergantung pada bupati

Kamis, 25 April 2013 - 10:44 WIB
Korban lapangan terbang...
Korban lapangan terbang bergantung pada bupati
A A A
Sindonews - Para petani yang lahannya terkena proyek lapangan terbang di Kecamatan ponggok, Kabupaten Blitar berharap agar bupati bisa memenuhi tuntutan mereka.

Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Blitar itu dihadirkan dalam pertemuan lanjutan antara petani, Komnas HAM dan TNI Angkatan Udara Abdurrahman Saleh di Malang Kamis ini (25/4/2013).

“Bupati dipastikan hadir dalam pertemuan. Sebab yang bersangkutan sebagai pihak yang menginginkan dibangunya lapangan terbang,“ ujar Direktur NGO Solidaritas Masyarakat Desa (Sitas Desa) Farhan Mahfudzi selaku pendamping para petani.

Dalam tuntutannya, 75 kepala keluarga meminta redistribusi seluas 24 hektare dari 100 hektare tanah yang sedianya akan dijadikan sebagai lapter komersial. Selain tempat tinggal, warga juga meminta bupati untuk bisa memberikan lahan garapan. Sebab, seluruh warga menggantungkan hidup sebagai petani.

“Perincianya 4 hektare untuk tempat tinggal dan 20 hektare sebagai lahan garapan. Ini dibagi kepada 75 kepala keluarga,“ terang Farhan.

Sekedar diketahui, 32 hektar dari 100 hektar calon lokasi Lapter berupa perkampungan padat penduduk. Warga bertempat tinggal dengan bangunan yang permanen dan bekerja sebagai petani hutan tidak jauh dari tempat tinggal.

Proses administrasi persyaratan lapter telah dilakukan Pemkab. Sesuai rencana, jika tidak akhir tahun 2013, pembangunan lapter akan dimulai pada tahun 2014. Secara otomatis sebanyak 75 KK yang hidup di sepanjang tanah 2 kilometer dan lebar 180 meter itu harus angkat kaki dari lokasi.

Sementara pada pertemuan dengan mediator Komnas HAM sebelumnya di Malang, para pihak, yakni TNI AU dan warga petani belum menyepakati keputusan apapun. TNI AU masih keberatan melepas beberapa bagian tanah yang dikelola secara resmi (dengan dokumen HGP) sejak tahun 90an itu kepada warga petani.

“Kami berharap pertemuan kali ini ada keputusan. Setidaknya Bupati selaku kepala daerah bisa bersikap tegas untuk kepentingan warganya. Sebab bagi warga petani, tuntutan tersebut sudah menjadi harga mati,“ pungkas Farhan.
(ysw)
Berita Terkait
Pembangunan Capai 60...
Pembangunan Capai 60 Persen, Bandara Singkawang Ditargetkan Beroperasi di Awal 2024
Presiden Jokowi Resmikan...
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja Senilai Rp800 M
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Baru Kediri Resmi Dimulai
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Kediri Gunakan Skema KPBU
Proyek Bandara VVIP...
Proyek Bandara VVIP IKN Siap Dilelang Dini, Cek Jadwalnya
Cari Tahu Kelanjutan...
Cari Tahu Kelanjutan Pembangunan Bandara di Sebuai, Anggota Dewan Sambangi Bappedalitbang Kalteng
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
2 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
3 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
5 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
6 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
7 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
9 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved