Longsor, 18 KK di Buntao mengungsi
Rabu, 24 April 2013 - 19:44 WIB
Longsor, 18 KK di Buntao mengungsi
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan kepala keluarga (kk) di kelurahan Tallang Sura kecamatan Buntao kabupaten Toraja Utara mengungsi akibat tanah longsor yang melanda pemukiman mereka.
Informasi yang dihimpun Sindo, musibah tanah longsor di Kelurahan Tallang Sura terjadi, Rabu(24/4) sekitar pukul 01.30 dini hari. Akibat longsor, belasan rumah warga di Dusun Rante'a dan Dusun Ulusalu, Kelurahan Tallang Sura mengalami rusak berat dan terancam ambruk.
Pasalnya, tanah yang diatasnya berdiri bangunan rumah warga di perbukitan turun ke bawah. Selain itu, poros kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Buntao dengan Kecamatan Rantebua terputus akibat bencana tanah longsor tersebut.
"Ada 18 KK di kelurahan Tallang Sura terpaksa diungsikan karena bencana longsor yang melanda pemukiman mereka.," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara, Paulus Kombong dihubungi Sindo, Rabu (24/4/2013).
Dikatakan Paulus, berdasarkan data BPBD Toraja Utara, sedikitnya 21 rumah warga rusak berat. Enam rumah diantaranya nyaris ambruk. Bencana tanah longsor di kelurahan Tallang Sura juga merusak satu rumah adat dan beberapa lumbung. Selain itu, poros yang menghubungkan kecamatan Buntao dengan kecamatan Rantebua putus total. Badan jalan sepanjang seratus meter amblas akibat longsor. Beruntung, musibah tanah longsor yang terjadi di kelurahan Tallang Sura itu tidak sampai menelan korban jiwa.
"Lokasi pemukiman warga yang dilanda longsor berada di perbukitan. Tanah yang ada di bukit bergerak turun sehingga beberapa rumah nyaris ambruk dan belasan rumah warga lainnya retak-retak," jelasnya.
Paulus menyatakan, 18 KK yang rumahnya rusak sudah diungsikan ke tempat yang aman di kelurahan Bokin yang berbatasan langsung dengan kelurahan Tallang Sura.
Dikhawatirkan, jika warga tetap bertahan di rumah masing-masing jiwa mereka terancam karena kemungkinan akan terjadi longsor susulan. Pasalnya, hujan deras masih akan turun dalam beberapa hari ke depan yang bisa menyebabkan rumah warga akan ambruk karena tanah di sekitarnya terus bergerak turun.
Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring dan wakil bupati Toraja Utara, Frederik Buntang Rombe Layuk juga sudah meninjau lokasi longsor.
"18 KK sudah menempati tempat pengungsian di kelurahan Bokin. Kami juga sudah melakukan upaya penanganan tanggap darurat terhadap warga yang menjadi korban bencana tanah longsor," katanya.
Anggota DPRD Toraja Utara, Markus Sampe Ruru meminta pemerintah kabupaten Toraja Utara harus bertindak cepat dalam menangani korban longsor dan upaya tanggap darurat di lokasi longsor di kelurahan Tallang Sura.
"Jika tidak ada upaya antisipasi yang cepat, dikhawatirkan pergerakan tanah terus turun dan lokasi longsor akan makin meluas," ujar legislator PKDI Toraja Utara itu.
Informasi yang dihimpun Sindo, musibah tanah longsor di Kelurahan Tallang Sura terjadi, Rabu(24/4) sekitar pukul 01.30 dini hari. Akibat longsor, belasan rumah warga di Dusun Rante'a dan Dusun Ulusalu, Kelurahan Tallang Sura mengalami rusak berat dan terancam ambruk.
Pasalnya, tanah yang diatasnya berdiri bangunan rumah warga di perbukitan turun ke bawah. Selain itu, poros kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Buntao dengan Kecamatan Rantebua terputus akibat bencana tanah longsor tersebut.
"Ada 18 KK di kelurahan Tallang Sura terpaksa diungsikan karena bencana longsor yang melanda pemukiman mereka.," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara, Paulus Kombong dihubungi Sindo, Rabu (24/4/2013).
Dikatakan Paulus, berdasarkan data BPBD Toraja Utara, sedikitnya 21 rumah warga rusak berat. Enam rumah diantaranya nyaris ambruk. Bencana tanah longsor di kelurahan Tallang Sura juga merusak satu rumah adat dan beberapa lumbung. Selain itu, poros yang menghubungkan kecamatan Buntao dengan kecamatan Rantebua putus total. Badan jalan sepanjang seratus meter amblas akibat longsor. Beruntung, musibah tanah longsor yang terjadi di kelurahan Tallang Sura itu tidak sampai menelan korban jiwa.
"Lokasi pemukiman warga yang dilanda longsor berada di perbukitan. Tanah yang ada di bukit bergerak turun sehingga beberapa rumah nyaris ambruk dan belasan rumah warga lainnya retak-retak," jelasnya.
Paulus menyatakan, 18 KK yang rumahnya rusak sudah diungsikan ke tempat yang aman di kelurahan Bokin yang berbatasan langsung dengan kelurahan Tallang Sura.
Dikhawatirkan, jika warga tetap bertahan di rumah masing-masing jiwa mereka terancam karena kemungkinan akan terjadi longsor susulan. Pasalnya, hujan deras masih akan turun dalam beberapa hari ke depan yang bisa menyebabkan rumah warga akan ambruk karena tanah di sekitarnya terus bergerak turun.
Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring dan wakil bupati Toraja Utara, Frederik Buntang Rombe Layuk juga sudah meninjau lokasi longsor.
"18 KK sudah menempati tempat pengungsian di kelurahan Bokin. Kami juga sudah melakukan upaya penanganan tanggap darurat terhadap warga yang menjadi korban bencana tanah longsor," katanya.
Anggota DPRD Toraja Utara, Markus Sampe Ruru meminta pemerintah kabupaten Toraja Utara harus bertindak cepat dalam menangani korban longsor dan upaya tanggap darurat di lokasi longsor di kelurahan Tallang Sura.
"Jika tidak ada upaya antisipasi yang cepat, dikhawatirkan pergerakan tanah terus turun dan lokasi longsor akan makin meluas," ujar legislator PKDI Toraja Utara itu.
(rsa)