Dana tersendat, UN terancam gagal
Jum'at, 12 April 2013 - 11:12 WIB
Dana tersendat, UN terancam gagal
A
A
A
Sindonews.com – Ujian Nasional (UN) yang rencananya akan berlangsung 15 April mendatang, nampaknya akan tersendat. Pasalnya, anggaran biaya UN yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) belum cair.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, hingga saat ini dana untuk biaya UN yang berasal dari APBN belum diterima oleh penyelenggara ujian.
“Dananya belum cair, sehingga kami belum terima dana tersebut,” kata Taufik kepada Sindonews, Jumat (12/4/2013).
Kendati demikian, Tafik menjamin, UN akan tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Bukan berarti tidak ada dana, ujian batal. Itu tidak benar. Ujian akan tetap berlangsung sesuai dengan jadwal,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggaran biaya ujian nasional dialokasikan dari APBN DIPA Badan Peneltian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Nomor 023.11.1.13.7608/2012 tertanggal 5 Desember 2012.
Dana ujian nasional untuk tingkat SD, MI dan SDLB sebesar Rp1.507.594.000. Dana tersebut, dialokasikan untuk kegiatan pendataan, pencetakan bahan UN. Sedangkan, dana ujian nasional untuk tingkat SLTP dan SLTA sebesar Rp9.974.426.000.
Dana tersebut digunakan untuk kegiataan pendataan, pendistribusian dan pengamanan bahan UN ke rayon atau sub rayon. Selain itu, dana sebesar itu juga digunakan untuk mencetak ijazah, subsidi pelaksanaan kegiatan UN di rayon atau sub rayon serta pengelenggaraan UN.
Masih berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI, pemindaian soal UN dan hasil UN, kordinasi antar lembaga serta monitoring dan pelaporan juga menggunakan dana tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, hingga saat ini dana untuk biaya UN yang berasal dari APBN belum diterima oleh penyelenggara ujian.
“Dananya belum cair, sehingga kami belum terima dana tersebut,” kata Taufik kepada Sindonews, Jumat (12/4/2013).
Kendati demikian, Tafik menjamin, UN akan tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Bukan berarti tidak ada dana, ujian batal. Itu tidak benar. Ujian akan tetap berlangsung sesuai dengan jadwal,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggaran biaya ujian nasional dialokasikan dari APBN DIPA Badan Peneltian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Nomor 023.11.1.13.7608/2012 tertanggal 5 Desember 2012.
Dana ujian nasional untuk tingkat SD, MI dan SDLB sebesar Rp1.507.594.000. Dana tersebut, dialokasikan untuk kegiatan pendataan, pencetakan bahan UN. Sedangkan, dana ujian nasional untuk tingkat SLTP dan SLTA sebesar Rp9.974.426.000.
Dana tersebut digunakan untuk kegiataan pendataan, pendistribusian dan pengamanan bahan UN ke rayon atau sub rayon. Selain itu, dana sebesar itu juga digunakan untuk mencetak ijazah, subsidi pelaksanaan kegiatan UN di rayon atau sub rayon serta pengelenggaraan UN.
Masih berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI, pemindaian soal UN dan hasil UN, kordinasi antar lembaga serta monitoring dan pelaporan juga menggunakan dana tersebut.
(stb)