Tak hanya di Garut, tapi di seluruh Indonesia

Kamis, 11 April 2013 - 22:47 WIB
Tak hanya di Garut,...
Tak hanya di Garut, tapi di seluruh Indonesia
A A A
Sindonews.com - Kepala Seksi Madrasah Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), Edi Imroni mengatakan, dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) belum cair dari pemerintahan. Bahkan, kata dia, tidak hanya di Garut, tapi di seluruh Indonesia.

"Dana yang baru cair itu hanya gaji untuk PNS (Pegawai Negeri Sipil) saja, yang lainnya belum ada yang cair baik BOS ataupun dana lainnya," katanya, di garut, Jabar, Kamis (11/4/2013).

Jumlah madrasah yang berhak mendapatkan dana BOS itu di antaranya sebanyak 260 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 241 Madrasah Tsanawiyah (MTs). Adaput total jumlah dana BOS untuk tahun ini sebesar Rp53 miliar.

"Yakni Rp19.833.520.000, untuk MI dan Rp33.351.840.000, untuk MTs. Banyak sekolah yang mengeluh. Bahkan mau ada yang demo segala karena menganggap uang BOS dikorupsi. Tapi saya tidak bisa berbuat banyak," tandasnya.

Sebelumnya, dana BOS untuk ratusan sekolah MI dan MTs di Kabupaten Garut, Jawa Barat, belum cair. Akibatnya, proses belajar mengajar yang berlangsung menjadi terhambat.

Kepala MI Toriqul Ilmi Kecamatan Banjarwangi Ahmad Nurul mengaku, keterlambatan pencairan dana BOS ini menyebabkan pemenuhan akan peralatan alat tulis untuk mengajar tidak optimal. Menurut dia, pihaknya tidak memiliki dana lain untuk dapat membeli alat tulis untuk kegiatan belajar mengajar.

"Kami tidak memiliki pemasukan lain selain dari dana BOS. Kami tidak pernah memungut biaya dari para orangtua santri. Makanya, dana BOS sangat penting bagi operasional pendidikan di sini (madrasah)," katanya.

Kondisi serupa juga dialami ditingkat MTs. Menurut Ketua Yayasan Al Barkah, Desa Neglasari, Kecamatan Pakenjeng, Deden Suparman menyatakan, kondisi ini berpengaruh terhadap persiapan ujian nasional siswa MTs yang akan digelar dua pekan mendatang.

Dia mengaku, banyak kegiatan siswa kelas 3 yang terbengkalai. Tak hanya itu, semangat mengajar sebagai guru juga mulai mengalami pernurunan.

"Karena para guru belum mendapatkan honor dari pihak sekolah. Sekarang juga kita lagi bingung harus membayar buat ujian nasional siswa dari mana, sementara utang kami sudah besar," ujarnya.
(mhd)
Berita Terkait
Kantor Suku Dinas Pendidikan...
Kantor Suku Dinas Pendidikan Jakbar Wilayah I Digeledah
Mengaku Kerap Diintimidasi...
Mengaku Kerap Diintimidasi Soal Dana Bos, Seluruh Kepsek di Inhu Mundur
Disdik Khawatir Bantuan...
Disdik Khawatir Bantuan Kuota Internet ke Siswa Disalahgunakan
Penggunaan Dana BOS...
Penggunaan Dana BOS Harus Sesuai Juknis Permendikbud 2020
Dana BOS Belum Cair,...
Dana BOS Belum Cair, Listrik SMPN 3 Makassar Nyaris Diputus
Korupsi Dana Bos di...
Korupsi Dana Bos di Gowa, Kepala Sekolah dan Bendahara Ditahan Kejaksaan
Berita Terkini
MNC Peduli Salurkan...
MNC Peduli Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Kemayoran
8 jam yang lalu
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
8 jam yang lalu
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
8 jam yang lalu
PNM Komitmen Hadirkan...
PNM Komitmen Hadirkan Layanan Berlandaskan Keadilan Sosial
9 jam yang lalu
Rano Karno Apresiasi...
Rano Karno Apresiasi Perbaikan Saluran Air di Lenteng Agung Kelar 5 Hari, Jalan Arah Depok Bisa Dilalui
12 jam yang lalu
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
13 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved