Kejanggalan sebelum eksekusi 4 narapidana LP Cebongan

Minggu, 07 April 2013 - 09:03 WIB
Kejanggalan sebelum...
Kejanggalan sebelum eksekusi 4 narapidana LP Cebongan
A A A
Sindonews.com - Keluarga korban penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, menemukan beberapa kejanggalan sebelum aksi eksekusi berdarah pada 23 Maret 2013, lalu.

Hal itu disampaikan Victor Manbait (Keluarga Korban Yohanes Juan Manbait) kepada Sindonews, Minggu (7/4/2013). Menurutnya, kesimpulan atas motif penyerangan hanyalah "bualan" Tim 9 yang kami duga bertujuan menutupi skenario penyerangan ke LP Cebongan.

"Pada Hari Selasa, 19 Maret 2013, telah terjadi intimidasi pada saat proses penyelidikan mulai ditingkat Polres Sleman yang memeriksa Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Decky. Puluhan anggota TNI mendatangi penyidik sehingga saat itu penyidikan dipindahkan ke Mapolda DIY," jelasnya.

Pada hari yang sama, lanjutnya, Hari Selasa, 19 Maret 2013, telah terjadi pertemuan antara Kapolda DIY dan sejumlah petinggi TNI di wilayah Jawa Tengah untuk membahas peristiwa Hugo`s Cafe yang mengakibatkan meninggalnya Serka Heru Santoso. Pertemuan tersebut berlangsung alot dan tidak menghasilkan kesepakatan.

"Nah, Pada Hari Jumat, 22 Maret 2013, sesaat sebelum ke-empat korban dipindahkan dari Polda DIY ke Lapas II B Cebongan, Bripka Yohanes Juan Manbait menjalani sidang internal Polri yang keputusannya disampaikan pada waktu yang terpisah oleh Kabid Humas Polda DIY, bahwa yang bersangkutan telah diberhentikan sebagai anggota Polri," paparnya.

Setelah itu, diketahui keempat-nya tewas dengan luka tembakan di beberapa tubuhnya pada Sabtu 23 Maret 2013, dini hari, setelah di berondong belasan orang terkenal yang terakhir baru diketahui merupakan anggota Group 2 Kopassus Kartasura.

Atas dasar itulah keluarga korban menduga ada keterlibatan secara luas. Jika hanya 11 yang disebutnya dinyatakan bersalah, menurut Victor hanya upaya menutupi skenario pembantaian dan untuk menutupi jaringan pelaku yang lebih luas.

"Kesimpulan ini mencerminkan sikap para pimpinan TNI yang tidak kesatria, menolak pertanggungjawaban komando dengan mengorbankan prajurit tingkat rendah untuk menutupi motif peristiwa sesungguhnya," tegas Victor.
(rsa)
Berita Terkait
Beruntung, Lima Zodiak...
Beruntung, Lima Zodiak Ini Diramal Bakal Naik Gaji
Kenaikan Gaji Karyawan...
Kenaikan Gaji Karyawan di Indonesia akan Tetap Stabil di Tahun 2024
Fixed, Kemenkeu Pastikan...
Fixed, Kemenkeu Pastikan Gaji PNS Enggak Naik Tahun Depan
Rentan Teror Pihak Bermodal...
Rentan Teror Pihak Bermodal Besar, SHI: Kenaikan Gaji Jaga Rezeki Halal Hakim
Gaji Hakim Naik 280%,...
Gaji Hakim Naik 280%, Anggaran Diambil dari Efisiensi Belanja Negara
Gaji PNS di Sini Bakal...
Gaji PNS di Sini Bakal Naik Gede-gedean, Terbesar dalam 3 Dekade
Berita Terkini
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
57 menit yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
1 jam yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
2 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
2 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
4 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved