Hanya satu SPBU di Solo yang sediakan solar
Kamis, 04 April 2013 - 12:07 WIB
Hanya satu SPBU di Solo yang sediakan solar
A
A
A
Sindonews.com - Kelangkaan solar masih terjadi di Kota Solo Jawa Tengah. Hampir semua SPBU di Kota Solo kehabisan pasokan solar.
Hanya ada satu SPBU di Cenglik yang masih melayani pembelian solar. Tak pelak, pembelipun menyerbu hingga menyebabkan antrean pajang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana antrean solar di SPBU Cengklik, Kota Solo, Jawa Tengah, sejak pagi hari tadi. Antrean bus dan truk memadati halaman SPBU Cenglik, bahkan sampai ke badan jalan, hingga menimbulkan kemacetan.
"Saya antre dua jam untuk mendapatkan solar di SPBU ini, karena memang tak ada lagi SPBU lain yang memiliki stok solar. Ya sudah agar tak rugi," jelas seorang pengemudi mobil boks, Eko, di SPBU Cengklik, Kamis (4/4/2013).
Eko tak sendiri, Sumarno memiliki pernyataan yang sama. Dirinya tak mau jika harus membeli solar di pinggiran jalan dengan menggunakan jeriken.
"Karena selain mahal, suka banyak oplosannya. Ya sudah enggak apa-apa saya harus mengantre meski dengan waktu yang lama," jelas Sumarno.
Keduanya berharap, agar permasalahan kelangkaan solar di Solo dapat segera di atasi. Karena selain menghambat, mereka kerap rugi dan menomboki uang bensin akibat membeli di eceran.
Sementara itu, seorang Pengawas SPBU Cengklik, Raditya, mengaku, SPBU Cengklik, Solo, hanya mendapatkan jatah 8 ribu liter saja.
"Padahal, jika normal, kami bisa dapat jatah 20 ribu liter," jelasnya.
Hanya ada satu SPBU di Cenglik yang masih melayani pembelian solar. Tak pelak, pembelipun menyerbu hingga menyebabkan antrean pajang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana antrean solar di SPBU Cengklik, Kota Solo, Jawa Tengah, sejak pagi hari tadi. Antrean bus dan truk memadati halaman SPBU Cenglik, bahkan sampai ke badan jalan, hingga menimbulkan kemacetan.
"Saya antre dua jam untuk mendapatkan solar di SPBU ini, karena memang tak ada lagi SPBU lain yang memiliki stok solar. Ya sudah agar tak rugi," jelas seorang pengemudi mobil boks, Eko, di SPBU Cengklik, Kamis (4/4/2013).
Eko tak sendiri, Sumarno memiliki pernyataan yang sama. Dirinya tak mau jika harus membeli solar di pinggiran jalan dengan menggunakan jeriken.
"Karena selain mahal, suka banyak oplosannya. Ya sudah enggak apa-apa saya harus mengantre meski dengan waktu yang lama," jelas Sumarno.
Keduanya berharap, agar permasalahan kelangkaan solar di Solo dapat segera di atasi. Karena selain menghambat, mereka kerap rugi dan menomboki uang bensin akibat membeli di eceran.
Sementara itu, seorang Pengawas SPBU Cengklik, Raditya, mengaku, SPBU Cengklik, Solo, hanya mendapatkan jatah 8 ribu liter saja.
"Padahal, jika normal, kami bisa dapat jatah 20 ribu liter," jelasnya.
(rsa)