Dinkes Papua Barat: Hanya 15 warga yang meninggal

Kamis, 04 April 2013 - 10:22 WIB
Dinkes Papua Barat:...
Dinkes Papua Barat: Hanya 15 warga yang meninggal
A A A
Sindonews.com - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Papua Barat Otto Parorongan membantah angka 95 warga yang tewas karena busung lapar merupakan kejadian baru. Menurutnya, dalam kurun waktu dari awal tahun ini, hanya ada 15 orang yang meninggal.

Sementara angka 95 warga yang disebutkan sebelumnya, merupakan akumulasi dalam kurun waktu satu tahun. Berdasarkan penuturan Maklon, dari 14 warga Distrik Kafou, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, adalah anak-anak dan ibu hamil.

"Sedikitnya sepuluh untuk anak-anak, dan lima ibu hamil yang dilaporkan tewas akibat kekurangan gizi, di empat kampung Distrik Kafou," jelas Maklon kepada Sindonews, Kamis (4/4/2013).

Meski begitu, ia tak menampik jika disebutkan ada 3 Kampung di Distrik Kwoor yang terserang wabah penyakit. Karena, dia menyatakan telah mendapatkan laporan terkait hal tersebut.

“Kalau soal bencana kelaparan, Dinas Kesehatan (provinsi) tidak mendapatkan laporannya. Mungkin dilaporkan ke instansi yang lain. Kalau kejadian penyakitnya saya dapat laporannya. Ada 3 kampung yang dikunjungi oleh tim medis dari dinas kesehatan kabupaten Tambrauw serta beberapa pihak terkait lainnya dari pemda setempat. Tidak ada KLB di Tambrauw,” kata Otto.

Dijelaskan 3 kampung yang dikunjungi tim medis adalah, Kampung Bikar, Jobijoker, dan Kwesefo. Tiga kampung ini berada di Distrik Kwoor. Laporan tentang kejadian penyakit yang menyebabkan kematian, diterima sejak tanggal 22 Maret lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 95 warga tiga kampung di Distrik Kwoor Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, meninggal dunia. Yang memprihatinkan, kematian warga yang mencapai ratusan tersebut dikarenakan busung lapar dan wabah penyakit.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Rabu (3/4/2013), tiga kampung yang terserang busung lapar tersebut diantaranya, Kampung Baddei, Kampung Jokjoker, dan Kampung Kasyefo. Sebagian besar dari mereka kebanyakan merupakan anak-anak.

Kini, ratusan warga tengah ketiga kampung tersebut sudah mengungsi ke Distrik Sausapor, Ibu Kota Kabupaten Tambaruw, guna mendapatkan perhatian, dan pelayanan kesehatan yang memadai.
(rsa)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
2 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
3 jam yang lalu
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved