Guru aniaya siswa karena emosi

Rabu, 03 April 2013 - 02:34 WIB
Guru aniaya siswa karena...
Guru aniaya siswa karena emosi
A A A
Sindonews.com - Deden Irawan guru mata pelajaran seni dan budaya SMK PGRI 3 Kota Bogor, yang melakukan penganiayaan mengaku emosi karena 6 siswanya sering mengabaikan tugas.
"Saya terpaksa melakukan itu (menempeleng, menjambak dan menendang) karena kesal kelompok (6 orang) itu, sudah berkali ditugaskan untuk memfoto copy dan menghapal bahan mata pelajaran tapi tidak dilaksanakan," katanya, Selasa (2/4/2013).

Lebih lanjut, ia menyesal dan tidak akan mengulangi tindak kekerasan terhadap anak didiknya.

"Ya saya sudah minta maaf kepada orang tua siswa dan siswanya. Dan berjanji tidak akan mengulangi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 3 Bogor Ujang Abdurohim mengatakan, akan mengevaluasi kinerja guru-guru yang kerap melakukan tindak kekerasan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

"Cara guru kan macam-macam dalam mendidik siswanya agar siswa dapat memperoleh nilai bagus. Tapi tidak dibenarkan cara-cara kekerasan. Makanya kedepannya guru (Deden, red) akan ditinjau lagi, apakah akan dikenakan sanksi atau tidak. Yang jelas yang bersangkutan sudah mengakui dan meminta maaf," katanya.

Sekadar diketahui, Deden Irawan, seorang oknum guru SMK PGRI 3 Kota Bogor tega menganiaya 6 siswanya hanya gara-gara tak mengerjakan tugas. Informasi dihimpun menyebutkan, aksi penganiayaan tersebut bermula saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung pada pukul 08.30 WIB.

"Saat itu mau ulangan lisan mata pelajaran Seni dan Budaya pengajarnya pak Deden, saya nggak bawa foto kopian bahan ulangan lisan, ditegur dan langsung ditempeleng," kata SI, 15, salah seorang siswa kelas 10, yang menjadi korban penganiayaan guru.

Akibat penganiayaan itu, SI mengalami luka lebam dan goresan lecet di bagian wajahnya. Tak hanya SI, kondisi serupa juga dialami FR (15), RY (15), YG (16), PJ (16) dan LF (15) rekan sekelasnya.

"Karena melihat yang lain ditempeleng, saya berusaha keluar dari kelas, tapi kena tempeleng juga," ujar FR kepada, di SMK PGRI 3 Komplek Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) di Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor.
(stb)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
6 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved