Jalur KA Jabar banyak titik longsor & tanah amblas

Selasa, 02 April 2013 - 18:22 WIB
Jalur KA Jabar banyak...
Jalur KA Jabar banyak titik longsor & tanah amblas
A A A
Sindonews.com - Kepala Humas PT KAI Daops II Bandung Bambang S Prayitno menyatakan, jalur kereta api di wilayahnya banyak melintasi titik rawan longsor dan tanah amblas. Hal ini sesuai dengan kondisi geografis di Jabar yang bergunung dan berlembah.

"Secara umum kondisi geografis DAOP ini di daerah pegunungan dan perbukitan. Dari barat yakni Purwakarta, Bandung, sampai Banjar, punya potensi rawan pergerakan tanah (longsor)," kata Kepala Humas PT KAI DAOP II Bandung, Bambang S Prayitno, di ruang kerjanya, Selasa (2/4/2013).

Titik rawan di jalur KA tersebut membentang dari Purwakarta hingga Banjar dengan jarak 223 kilometer. Contohnya di stasiun Purwakarta- Ciganea, Ciganea-Sukatani, Sukatani-Plered, Rendeh-Maswati, Cirme-Padalarang. Titik-titik longsor ini berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung Barat.

Sedangkan di wilayah timur, kata Bambang, yakni Nagreg-Lebak Jero-Leles, Garut. Di sini terdapat jembatan Citiis leles, lalu di Karangsari- Cibatu. Adanya sungai di daerah ini berpotensi menimbulkan gerusan air yang mengganggu stabilitas KA.

Selain itu, kerawanan longsor terjadi di wilayah Stasiun Warung Bandrek, Bumi Waluya, Garut. "Ini memang potensi rawan, kami sudah maping," jelas Bambang.

Maka memasuki musim hujan sejak akhir 2013 lalu hingga saat ini, PT KAI sudah meningkatkan kewaspadaan ancaman longsor dan tanah amblas. Bentuk antisipasinya yakni menyiapkan regu siaga 24 jam di beberapa titik mulai dari Purwakarta sampai Banjar.

"Regu tersebut ditempatkan di titik stratgis supaya ada informasi segera bergerak seperti Unit Reaksi Cepat," jelasnya.

Juga disiapkan juru periksa jalan secara ekstra siang dan malam. Tadinya juru periksa ini dua orang, kini menjadi tiga orang. Petugas khusus juga disiapkan di jembatan-jembatan sepanjang 300 meter, juga di terowongan.

Bambang menuturkan, kejadian tanah longsor dan amblas baru-baru ini terjadi di Ciganea-Sukatani. "Longsor itu terjadi di dua lokasi, kita sudah mengatasi dengan aparat setempat dan masyarakat," ujarnya.
(rsa)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Kereta Bandara Soetta...
Kereta Bandara Soetta Mulai Beroperasi 1 Juli 2020
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved