Jalur KA terancam longsor, BPBD & KAI pusat disurati

Selasa, 02 April 2013 - 18:04 WIB
Jalur KA terancam longsor,...
Jalur KA terancam longsor, BPBD & KAI pusat disurati
A A A
Sindonews.com - Jalur Kereta Api (KA) di wilayah Stasiun KA Warung Bandrek-Bumi Waluya, Kabupaten Garut, tepatnya di Kilometer 228+200/350, terancam longsor tebing setinggi 20 meter sampai 30 meter.

Tebing tersebut berada di Kampung Sukasirna RT 01/02 Desa Cipeles, Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut.

Kepala Humas PT KAI DAOP II Bandung Bambang S Prayitno menyebutkan, tebing tersebut sudah mengalami retakan-retakan. Jarak tebing dengan rel KA sekira 180 meteran.

PT KAI mengkhawatirkan longsoran tebing akan menutupi jalur KA. Padahal, jalur tersebut jalur utama KA yang menghubungkan Jawa Barat ke wilayah timur Jawa. Perharinya dilalui 22 KA.

Untuk mengantisipasi longsor, PT KAI sudah menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut dan PT KAI Pusat. Surat dilayangkan sejak 14 Maret lalu.

"Kita langsung bikin surat ke BPBD Garut, tembusan ke Bupati Garut, camat, kepala desa. Keinginan kita nanti dari bupati diturunkan lagi ke Dinas PU," kata Bambang, di Bandung, Selasa (2/4/2013).

Bambang berharap Dinas PU maupun BPBD Garut segera melakukan langkah-langkah antisipasi longsor. Terlebih saat ini musim hujan, di mana air bisa merembes masuk ke dalam tanah tebing dan menimbulkan pergerakan tanah.

"Stasiun Warung Bandrek-Bumi Waluya ini memang potensi rawan longsor ada, kami sudah maping," tambahnya.

Menurutnya, di daerah tersebut selain berpotensi longsor juga rawan tanah amblas. Mengenai surat ke KAI pusat, diharapkan ada penelitian di lokasi tersebut untuk dilakukan tahapan penanggulangan. Selain itu, tebing tersebut berada di luar wilayah aset PT KAI, tetapi milik warga atau pemkab setempat.

"Jika terjadi longsor bisa merugikan dua belah pihak KA maupun masyarakat," ujarnya.

Meski begitu, jarak tebing memang sekira 180 meter dari rel KA, namun potensi gerakan tanah bisa memengaruhi trek KA.
(rsa)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Pembebasan Lahan Rel...
Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Pangkep Ditarget Rampung 2 Bulan
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
6 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
27 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
36 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
40 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved