IPW: Dalam 3 bulan, 13 polisi tewas dianiaya warga
Senin, 01 April 2013 - 03:44 WIB
IPW: Dalam 3 bulan, 13 polisi tewas dianiaya warga
A
A
A
Sindonews.com - Indonesian Police Watch (IPW) menyatakan, sejak tiga bulan terakhir di tahun ini, ada sekira 13 polisi yang dikeroyok dan ditikam masyarakat. Dari jumlah tersebut, enam polisi dinyatakan dikeroyok, dan tujuh polisi yang ditikam.
Menurut IPW, dari angka tersebut, bahkan lima diantaranya adalah perwira. Sedangkan sisanya, polisi jajaran bawah.
"Sejak tiga tahun terakhir, masyarakat yang anarkis dan nekat semakin menunjukkan hal yang menghawatirkan. Maka itu, polisi juga harus profesional. Sebab masalah ekonomi yang saat ini membelit masyarakat akan menambah perkara tersebut," jelas Ketua Preidium IPW Neta S Pane kepada Sindonews, dalam rilisnya, Minggu (31/3/2013).
Menurut Neta, ada tiga hal penyebab munculnya aksi terhadap anggota kepolisian. Yakni, pertama, kesadaran hukum masyarakat kian rendah. Kedua, kejengkelan sebagian masyarakat kian tinggi karena menilai polisi cenderung arogan, diskriminatif, dan represif.
"Ketiga, polisi kian kurang terlatih dan dalam melakukan operasi penangkapan kurang dilengkapi data-data komperhensif sehingga tidak bisa melakukan antisipasi maksimal," jelasnya.
Berdasarkan data IPW, Tahun 2011 ada 20 polisi yang tewas saat bertugas. Tahun 2012 meningkat, ada 29 polisi tewas dan 14 luka. Tahun 2013 dari Januari hinnga Maret ada 13 polisi yang dikeroyok dan ditikam, dua di antaranya tewas. Kasus terbaru adalah pengeroyokan Kapolsek Dolok Panribuan AKP Andar Siahaan hingga tewas.
"IPW prihatin dengan kondisi ini," tutupnya.
Menurut IPW, dari angka tersebut, bahkan lima diantaranya adalah perwira. Sedangkan sisanya, polisi jajaran bawah.
"Sejak tiga tahun terakhir, masyarakat yang anarkis dan nekat semakin menunjukkan hal yang menghawatirkan. Maka itu, polisi juga harus profesional. Sebab masalah ekonomi yang saat ini membelit masyarakat akan menambah perkara tersebut," jelas Ketua Preidium IPW Neta S Pane kepada Sindonews, dalam rilisnya, Minggu (31/3/2013).
Menurut Neta, ada tiga hal penyebab munculnya aksi terhadap anggota kepolisian. Yakni, pertama, kesadaran hukum masyarakat kian rendah. Kedua, kejengkelan sebagian masyarakat kian tinggi karena menilai polisi cenderung arogan, diskriminatif, dan represif.
"Ketiga, polisi kian kurang terlatih dan dalam melakukan operasi penangkapan kurang dilengkapi data-data komperhensif sehingga tidak bisa melakukan antisipasi maksimal," jelasnya.
Berdasarkan data IPW, Tahun 2011 ada 20 polisi yang tewas saat bertugas. Tahun 2012 meningkat, ada 29 polisi tewas dan 14 luka. Tahun 2013 dari Januari hinnga Maret ada 13 polisi yang dikeroyok dan ditikam, dua di antaranya tewas. Kasus terbaru adalah pengeroyokan Kapolsek Dolok Panribuan AKP Andar Siahaan hingga tewas.
"IPW prihatin dengan kondisi ini," tutupnya.
(rsa)