Sengketa lahan Summarecon, ahli waris temukan kejanggalan

Jum'at, 24 Mei 2013 - 13:22 WIB
Sengketa lahan Summarecon,...
Sengketa lahan Summarecon, ahli waris temukan kejanggalan
A A A
Sindonews.com – Terkait dengan sengketa lahan seluas 75 hektar di kawasan Summarecon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pihak ahli waris Tan Hok Tjio mengaku menemukan kejanggalan terhadap surat penundaan eksekusi, yang dikeluarkan PN Tangerang.

Robert Sitompul, kuasa hukum 52 ahli waris mengatakan, ada beberapa kejanggalan, seperti dikeluarkannya surat keputusan penundaan eksekusi, yang dibuat PN Tangerang dua hari sebelum eksekusi dilakukan.

“Eksekusi waktu itu tanggal 16 Mei, akan tetapi ditunda atas saran kepolisian dengan alasan keamanan. Akan tetapi surat keputusan penundaan sudah ditanda tangani tanggal 14 Mei,” kata Robert, Jumat (24/5/2013).

Padahal pada tanggal 14 Mei itu, Robert menjelaskan, baik ahli waris, masyarakat sekitar, BPN dan pihak kepolisian Kabupaten Tangerang, tengah melakukan rakor di PN Tangerang.

“Dalam pertemuan itu, memang pihak kepolisian mengungkapkan gejolak kriminalitas di Kabupaten Tangerang sedang tinggi. Tapi itukan baru secara lisan belum terjadi, kok sepertinya PN Tangerang seperti dukun, belum juga eksekusi tapi sudah menerbitkan surat penundaan,” tegasnya.

Dikatakan Robert, harusnya bila memang terjadi kondisi tidak kondusif saat eksekusi, barulah pihak PN membuatkan surat penundaan. Tidak sampai disitu, ahli waris juga merasa adanya kejanggalan, seperti pelimpahan kembali eksekusi lahan ke 75 hektar ini kepada PN Jakarta Pusat, pengadilan yang pada jaman Belanda mengurusi masalah ini.

"Padahal kan sudah jelas bukti surat yang dibuat PN Jakpus kepada PN Tangerang, untuk melakukan eksekusi secara tuntas, belum ada surat apapun lagi. Berarti PN Tangerang belum melaksanakan tugasnya dengan tuntas, ada apa ini!," papar Robert

Sebelumnya diberitakan, Kamis (16/5/2013) lalu juru sita PN Tangerang, membatalkan eksekusi lahan di kawasan elite ini dengan alasan keamanan. Pasalnya, saat akan dilakukan eksekusi ada beberapa kelompok yang sudah bersiap untuk menghalangi proses eksekusi.

Pada hari yang sama, ribuan anggota Front Betawi Rempug (FBR) sempat mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan pelaksanaan eksekusi yang tiba-tiba ditunda.
(stb)
Berita Terkait
Terdakwa Keterangan...
Terdakwa Keterangan Palsu dan Duplikasi Sertifikat Kembali Jalani Sidang di PN Jakpus
Perjanjian Nominee Terkait...
Perjanjian Nominee Terkait Hak Milik Tanah Dinilai Penyelundupan Hukum
Sejumlah Warga Laporkan...
Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah ke Polisi
Terobosan Kejari Tanjungpinang...
Terobosan Kejari Tanjungpinang Tangani Sengketa Lahan di Kedai Kopi
Penyerobotan Tanah di...
Penyerobotan Tanah di Bintaro, Penggarap Lahan Minta Polisi Turun Tangan
FPAK Desak Pemerintah...
FPAK Desak Pemerintah Berikan Hak Tanah untuk Rakyat Kampar
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
6 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
6 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
7 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
9 jam yang lalu
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved