Pengamat : Gedung Setneg terbakar, darurat kebakaran lemah

Jum'at, 22 Maret 2013 - 01:38 WIB
Pengamat : Gedung Setneg...
Pengamat : Gedung Setneg terbakar, darurat kebakaran lemah
A A A
Sindonews.com - Pengamat Kebakaran Universitas Indonesia (UI) Fatma Lestari menilai, peristiwa kebakaran yang terjadi di komplek Istana Kepresidenan sore tadi, akibat dari tidak adanya organisasi darurat kebakaran.

Unit Reaksi Cepat (Quick Respond) untuk mengatasi kebakaran secara cepat di objek-objek vital pusat pemerintahan belum terbentuk.

Hal itu, kata Fatma, terlihat dari begitu cepatnya penyebaran api yang makin membesar. Ia menambahkan, respond staf internal Setneg tidak sigap menangani kebakaran, malah pejabat negara mendatangi lokasi kebakaran.

"Pertama sprinkler atau alat untuk memancarkan air di atap juga tidak berjalan, sehingga api tidak bisa dilokalisir malah merembet dan membesar, belum ada organisasi darurat internal, pejabat negara harusnya jangan menghampiri pusat kebakaran, justru harusnya dievakuasi," jelasnya di Depok, Kamis (21/03/2013).

Fatma justru mengkritik gedung-gedung pemerintah, yang masih krisis organisasi pemadam kebakaran. Sejauh ini, kata dia, hanya mengandalkan dinas Pemadam Kebakaran saja.

"Yang saya lakukan pemantauan di gedung-gedung swasta sangat siap justru bagus, gedung pemerintahan belum ada quick respond pemadam kebakaran, kesiapan masih sangat jauh. Komplek Istana Kepresidenan kab objek vital," ungkapnya.

Meski hydrant berfungsi, kata dia, namun hanya bertujuan memadamkan api dari luar. Sementara staf internal tidak sigap.

"Staf internal kedepan harus diperbaiki, jangan cukup andalkan dinas saja jadi cukup lama, idealnya api harus padam dalam waktu 8 menit, ini dalam waktu 45 menit terlalu lama, semakin besar dan menyebar," tutur Fatma.

Ia tidak bisa menduga, apakah kebakaran tersebut disebabkan oleh sabotase. Namun, lanjutnya, terlepas dari sabotase atau bukan, pemerintah harus lebih cepat dan memperbaiki sistem pemadam kebakaran di tiap objek vital.

"Di Asia Tenggara, Indonesia jauh tertinggal dalam penanganan kebakaran, bandingkan dengan Malaysia saja, mereka di sekolah sudah menerapkan sistem yang baik untuk mengatasi kebakaran, mereka sudah sangat siap. Coba lihat di Indonesi, jangankan di sekolah, objek vital di istana saja api berkobar begitu besar dan lama dipadamkan," tukasnya.
(stb)
Berita Terkait
Peristiwa Kebakaran...
Peristiwa Kebakaran di Jakarta yang Menelan Korban Jiwa
Kompor Meledak, Belasan...
Kompor Meledak, Belasan Rumah di Tanjung Priok Hangus Terbakar
Ruang Marbot Masjid...
Ruang Marbot Masjid Istiqomah Terbakar, 6 Mobil Damkar dan 35 Petugas Dikerahkan
Korsleting Listrik,...
Korsleting Listrik, Kabel PLN Kebon Pala Jakarta Timur Terbakar
150 Warga Jalan Pemuda...
150 Warga Jalan Pemuda Terpaksa Bermukim di Pengungsian
Kebakaran di Pemukiman...
Kebakaran di Pemukiman Padat Penduduk, Puluhan Mobil Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
4 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
4 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
5 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
6 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
8 jam yang lalu
Infografis
Publik Arab Senang Israel...
Publik Arab Senang Israel Mengalami Kebakaran yang Hebat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved