Bantuan bedah rumah 'disunat', warga ngadu ke Kejari

Senin, 18 Maret 2013 - 19:37 WIB
Bantuan bedah rumah...
Bantuan bedah rumah 'disunat', warga ngadu ke Kejari
A A A
Sindonews.com - Warga Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, melaporkan pembangunan proyek bedah rumah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba. Pasalnya, dana yang seharusnya dikucurkan Rp6 juta hanya diberikan Rp1 juta per kepala keluarga.

Setiap warga seharusnya menerima anggaran sebesar Rp6 juta untuk rehabilitasi pembelian balok, seng dan semen. Kenyataannya, bantuan yang disalurkan hanya Rp1 juta.

Petrang, salah seorang warga Balong mengungkapkan, masalah program bedah rumah itu sudah banyak dikeluhkan masyarakat yang menerima bantuan, khususnya di Ujungloe. Pasalnya, pengelola sudah menjanjikan setiap warga mendapatkan bantuan senilai Rp6 juta per kepala keluarga. Hanya saja, realisasi dilapangan cukup sebesar Rp1 juta.

"Kami tidak tahu kenapa terjadi demikian. Makanya, ini harus diusut biar jelas mengalir kemana uang selebihnya,” ucap Petrang, seusai melaporkan kasus bedah rumah ini ke Kejari Bulukumba, Senin (18/3/2013).

Menurut dia, dana program bedah rumah itu disalurkan secara bertahap. Tahap pertama dan kedua, setiap warga diberikan sebesar Rp3 Juta dalam bentuk material.

"Kami rakyat kecil juga tidak mau dibodoh-bodohi. Apalagi, pembagian besaran uang sudah jelas. Seharusnya pengelola bekerja dengan baik, karena ini bantuan untuk warga kecil. Jangan sebaliknya mengambil sebagian,” tuturnya.

Petrang menyebutkan, dari 33 kepala keluarga penerima bantuan program bedah rumah, tidak satupun warga yang menerima bantuan sesuai dengan jumlah awal. Bantuan yang disalurkan bervariasi, ada yang mendapatkan bantuan semen, dan ada pula yang justru hanya mendapatkan bantuan balok.

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bulukumba Muhammad Ruslan Muin mengaku, pihaknya menunggu perintah dari Kepala Kejari Bulukumba.
Menurut dia, setiap laporan terkait tindak pidana korupsi, prosedurnya harus melalui pimpinan sebelum dilakukan penyelidikan ke lapangan.

Dia mengemukakan, dirinya akan segera mengumpulkan sejumlah data, untuk diajukan ke Kejari. Bahkan, jika Kejari perintahkan untuk segera mengusut masalah itu akan segera turun tangan menindaklanjuti masalah program bedah rumah.

"Kami minta masyarakat sabar saja dulu, kalau sudah ada perintah resmi dari Kejari, kami langsung turun tangan,” janjinya.
(ysw)
Berita Terkait
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
7 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
7 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
7 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
7 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved