Mulai Juli, SMA/MA di Jabar gratis
Sabtu, 16 Maret 2013 - 16:12 WIB
Mulai Juli, SMA/MA di Jabar gratis
A
A
A
Sindonews - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyatakan akan segera merealisasikan program sekolah gratis tingkat SMA, baik negeri maupun swasta.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjelaskan, nantinya orang tua siswa tidak akan direpotkan dengan biaya uang pangkal maupun SPP saat menyekolahkan anaknya ke SMA.
Untuk itu, Pemprov Jabar sudah menganggarkan Rp400-Rp500 miliar untuk tahun ini, ditunjang anggaran dari pemerintah pusat dianggarkan Rp1,2 triliun. Dana ini mulai bisa dipakai Juli 2013.
"Juli sudah mulai, tapi bertahap," katanya, di Bandung, Sabtu (16/3/2013).
"Tahun ajaran nanti sudah mulai dihapuskan uang pangkalnya, SPP-nya. Negeri dan Swasta," tambahnya.
Meski begitu, tentu 2013 ini belum seluruh SMA di Jabar gratis, karena anggaran untuk 2013 ini ditetapkan 2012. Sehingga menyeluruhnya ditargetkan 2014 lewat penyusunan anggaran yang dimulai 2013. "Totalnya mungkin 2014," imbuhnya.
Lanjut Heryawan, semua sekolah tingat SMA di Jabar akan dapat dana dari pusat maupun provinsi, meski jalurnya berbeda. Misalnya untuk SMA dana akan cair lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedangkan untuk Madrasah Aliyah (MA) akan lewat Kementerian Agama.
Potensi pendanaan sekolah SMA gratis di Jabar juga sangat besar. Menurut Heryawan, sumber pendanaan masih belum digali semuanya, misalnya dari pemerintah daerah di 26 Kabupaten/Kota se-Jabar, maupun dari CSR perusahaan.
Lewat program pendidikan gratis hingga SMA diharapkan angka partisipasi sekolah di Jabar meningkat. Selain itu, juga untuk memutus kendala orang miskin yang ingin sekolah.
Selama ini, program pendidikan wajar baru sembilan tahun atau sampai tingkat SMP. Ketika masuk SMA, orang tua kurang mampu akan terkendala karena harus bayar.
"Supaya tidak ada hambatan gerbong pendidikan. Kan yang tadinya SD, SMP enggak bayar, lalu saat SMA bayar jadi terhambat. Untuk itu baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten kota membuka seluas-luasnya untuk SMA gratis," pungkas Heryawan.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjelaskan, nantinya orang tua siswa tidak akan direpotkan dengan biaya uang pangkal maupun SPP saat menyekolahkan anaknya ke SMA.
Untuk itu, Pemprov Jabar sudah menganggarkan Rp400-Rp500 miliar untuk tahun ini, ditunjang anggaran dari pemerintah pusat dianggarkan Rp1,2 triliun. Dana ini mulai bisa dipakai Juli 2013.
"Juli sudah mulai, tapi bertahap," katanya, di Bandung, Sabtu (16/3/2013).
"Tahun ajaran nanti sudah mulai dihapuskan uang pangkalnya, SPP-nya. Negeri dan Swasta," tambahnya.
Meski begitu, tentu 2013 ini belum seluruh SMA di Jabar gratis, karena anggaran untuk 2013 ini ditetapkan 2012. Sehingga menyeluruhnya ditargetkan 2014 lewat penyusunan anggaran yang dimulai 2013. "Totalnya mungkin 2014," imbuhnya.
Lanjut Heryawan, semua sekolah tingat SMA di Jabar akan dapat dana dari pusat maupun provinsi, meski jalurnya berbeda. Misalnya untuk SMA dana akan cair lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedangkan untuk Madrasah Aliyah (MA) akan lewat Kementerian Agama.
Potensi pendanaan sekolah SMA gratis di Jabar juga sangat besar. Menurut Heryawan, sumber pendanaan masih belum digali semuanya, misalnya dari pemerintah daerah di 26 Kabupaten/Kota se-Jabar, maupun dari CSR perusahaan.
Lewat program pendidikan gratis hingga SMA diharapkan angka partisipasi sekolah di Jabar meningkat. Selain itu, juga untuk memutus kendala orang miskin yang ingin sekolah.
Selama ini, program pendidikan wajar baru sembilan tahun atau sampai tingkat SMP. Ketika masuk SMA, orang tua kurang mampu akan terkendala karena harus bayar.
"Supaya tidak ada hambatan gerbong pendidikan. Kan yang tadinya SD, SMP enggak bayar, lalu saat SMA bayar jadi terhambat. Untuk itu baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten kota membuka seluas-luasnya untuk SMA gratis," pungkas Heryawan.
(rsa)