Tunjangan guru honor madrasah di Depok dipotong

Rabu, 13 Maret 2013 - 21:37 WIB
Tunjangan guru honor...
Tunjangan guru honor madrasah di Depok dipotong
A A A
Sindonews.com - Guru honorer pendidikan agama Islam (PAI) di Depok mempertanyakan potongan tunjangan fungsional (tufung) tahun 2012. Lantaran pada tahun-tahun sebelumnya, potongan itu tidak ada.

"Kita dapat tufung seharusnya kan setahun hitungannya 12 bulan. Tapi kita terimanya cuma 10 bulan. Kalau dipotong pajak, apa tidak terlalu besar. Sementara, kalau kita ngomong langsung ke kemenag nanti malah rame mas," terang guru mata pelajaran Fiqih yang minta namanya dirahasiakan, Rabu (13/3/2013).

Dia mengaku, setiap bulannya menerima Rp250 ribu. Untuk pencairannya via rekening dilakukan setiap empat bulan sekali. Pada pencairan pertama, berjalan lancar atau menerima Rp1 juta. Namun, pada pencairan kedua Rp750 ribu dan ketiga Rp750 ribu.

"Kita merasa janggal di sini, sebab tidak ada pemberitahuan. Kalaupun potongan pajak, apa sampai sebesar itu. Sebenarnya banyak juga guru madrasah yang mengalami pemotongan tufung dua bulan. Hanya saja, mereka tidak berani dan lebih memilih diam. Kita hanya ingin tahu saja, benar ada potongan atau nanti akan ada pembayaran berikutnya," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag Kota Depok Iswahyudi menuturkan, pihaknya hanya mengajukan penerima tufung. Setelah itu, KPPN langsung mentransfer ke rekening guru. "Kalau untuk tufung, tidak ada yang namanya potongan dan diterimanya utuh," paparnya.

Kasie Mapenda Kemenag Depok H. Ujang Supriyatna menuturkan, terdapat beberapa kemungkinan terjadinya hal itu. Diantaranya, nomor rekening mati dan uang kembali ke KPPN. Terkadang, pihak sekolah mengajukan penghentikan pemberian bantuan.

"Kalau bisa, kita minta foto copy rekeningnya untuk dicek. Kalau ada kesalahan kan bisa kita ajukan untuk dibayarkan tahun berikutnya. Tapi memang, untuk tahun 2013 masih dibintangi, belum ada kepastian turunnya kapan," terangnya.

Dia melanjutkan, saat ini tercatat sebanyak 2.682 guru honorer non PNS yang menerima tufung. Dari jumlah itu, sebanyak 1.059 guru lulusan S1.
(san)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
6 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved