8 jam tertutup longsor, jalur Puncak kembali normal
Selasa, 05 Maret 2013 - 17:18 WIB
8 jam tertutup longsor, jalur Puncak kembali normal
A
A
A
Sindonews.com - Setelah delapan jam lumpuh total akibat tertutup longsor di KM 87, Kampung Baletaruna, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, arus lalu lintas di jalur Puncak kembali normal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lamanya proses normalisasi dikarenakan kondisi cuaca dan puing-puing beton yang terbawa ambrol cukup banyak. Tak hanya itu, untuk mendatangkan dua alat berat berupa bechoe juga memakan waktu cukup lama.
"Karena dua alat berat itu didatangkan dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, karena lokasi longsor ini letaknya dekat dengan perbatasan," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Edwin Affandi, di lokasi longsor, Bogor, Selasa (5/3/2013).
Meski demikian, ribuan kubik tanah bercampur beton talud yang belum lama dibangun itu, cukup merepotkan petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, Polres Bogor dan DLLAJ Kabupaten Bogor dalam melakukan normalisasi.
Informasi diperoleh longsor beton talud penahan tebing setinggi 10 meter itu diduga, selain karena tinggi intensitas hujan deras, juga disebabkan buruknya sistem drainase dan kualitas.
"Padahal talud itu baru dibuat belum ada satu tahun. Karena pada 2 tahun lalu juga sempat terjadi longsor juga dilokasi yang sama," kata Ridwan (25), warga Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lamanya proses normalisasi dikarenakan kondisi cuaca dan puing-puing beton yang terbawa ambrol cukup banyak. Tak hanya itu, untuk mendatangkan dua alat berat berupa bechoe juga memakan waktu cukup lama.
"Karena dua alat berat itu didatangkan dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, karena lokasi longsor ini letaknya dekat dengan perbatasan," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Edwin Affandi, di lokasi longsor, Bogor, Selasa (5/3/2013).
Meski demikian, ribuan kubik tanah bercampur beton talud yang belum lama dibangun itu, cukup merepotkan petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, Polres Bogor dan DLLAJ Kabupaten Bogor dalam melakukan normalisasi.
Informasi diperoleh longsor beton talud penahan tebing setinggi 10 meter itu diduga, selain karena tinggi intensitas hujan deras, juga disebabkan buruknya sistem drainase dan kualitas.
"Padahal talud itu baru dibuat belum ada satu tahun. Karena pada 2 tahun lalu juga sempat terjadi longsor juga dilokasi yang sama," kata Ridwan (25), warga Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor.
(san)