Pemkot Jaksel akan bangun ducting

Sabtu, 02 Maret 2013 - 03:07 WIB
Pemkot Jaksel akan bangun...
Pemkot Jaksel akan bangun ducting
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, menargetkan proyek pembangunan terowongan jaringan utilitas bawah tanah (ducting), selesai pada akhir tahun ini. Terowongan sepanjang 1,35 kilometer ini, akan memanjang di kawasan niaga Blok M, Jakarta Selatan.

"Proyek ini akan menjadi yang pertama di Jakarta," kata Kepala Suku Dinas Jalan Jakarta Selatan Yayat Hidayat ketika ditemui, Jumat (1/3/2013).

Sebenarnya, lanjutnya, Jakarta sudah memiliki sistem ducting seperti ini di kawasan SCBD. Tapi saluran tersebut dikelola swasta.

“Proyek ini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2011 lalu. Hanya pada tahun lalu, Pemerintah menghentikan pengerjaan. Alasannya, kontraktor pemenang tender, tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target,” paparnya.

Ia mengaku, kontraktor tersebut hanya mampu menyelesaikan 40 persen, dari total kontrak pembangunan sepanjang 636 meter. Sehingga pada Juni nanti, akan digelar tender ulang untuk menyelesaikan sisa pekerjaan.

“Keseluruhan proyek ini menelan biaya hingga Rp16,9 miliar. Terowongan ini, akan ditanam di 6 titik yang ada di kawasan Blok M. Yaitu Jalan Melawai 3, Melawai 4, Melawai 4A, Melawai 5, Melawai 9, Melawai 9A dan sebagian Jalan Iskandariah,” ungkapnya.

Yayat mengatakan, kawasan Blok M dipilih, karena diperkirakan akan mendatangkan keuntungan. Alasannya, kawasan tersebut merupakana salah satu pusat perputaran uang.

"Saat ini aturan sewanya masih digodok oleh Pemerintah Provinsi," ujar dia.

Secara fisik terowongan yang akan ditanam tersebut, terdiri dari balok-balok yang disusun. Tiap baloknya memiliki lebar 1,5 meter dan tinggi 2 meter.

“Di dalam balok terowongan tersebut, akan dijejali jaringa utilitas seperti saluran air, jaringan PLN, telepon dan serat optic,” terangnya.

Di antara jaringan sepanjang 1,35 kilometer tersebut akan ada 15 balok distribusi yang tersebar di Jalan Melawai 3, 4, 5, dan 9. Fungsinya untuk menyalurkan jaringan kepada pelaku usaha yang menyewa.

"Jadi nanti tidak perlu ada galian baru jika akan ada penambahan jaringan, pelaku usaha tinggal colok saja ke blok distribusi," kata Yayat.

Selain fungsi ekonomi, secara nilai tata ruang proyek ini dinilai menguntungkan. Alasannya, tidak perlu ada galian baru yang kadang merusak trotoar atau badan jalan saat ada pembangunan jaringan.
(stb)
Berita Terkait
Politikus Muslim Sadiq...
Politikus Muslim Sadiq Khan Kembali Terpilih sebagai Walikota London
Hari Pertama Jadi Pj...
Hari Pertama Jadi Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi: Saya Harus Adaptasi Dulu
Pelantikan Wali Kota...
Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar Dijadwalkan Juli
Wali Kota Malang Siapkan...
Wali Kota Malang Siapkan 5 Strategi Hadapi Pandemi Covid-19
Gibran Rakabuming Tinjau...
Gibran Rakabuming Tinjau Vaksinasi Pedagang di Pasar Gede
Wali Kota Bekasi Rahmat...
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Dihukum 10 Tahun Penjara
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
45 menit yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
46 menit yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
1 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
4 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
7 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved