Kasus ibu bunuh anak, periksa pelaku ke psikiater

Kamis, 28 Februari 2013 - 16:18 WIB
Kasus ibu bunuh anak,...
Kasus ibu bunuh anak, periksa pelaku ke psikiater
A A A
Sindonews.com - Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Muhammad Mustofa mengatakan, kasus ibu membunuh anaknya dengan alasan kemaluannya kecil masuk kategori kasus khusus. Karena hal ini tidak mencerminkan gejala sosial karena jarang terjadi. Sehingga pendapat psikiater sangat penting dalam proses pemeriksaan kasus itu.

"Hasil dari psikiater harus ada. Kalau ada gangguan kejiwaan maka tidak bisa dihukum," kata Mustofa, kepada wartawan di Depok, Rabu (27/2/2013).

Kendati demikian, proses hukum tetap berjalan. Hanya saja, pada putusannya nanti jika memang pelaku terbukti mengalami gangguan kejiwaan, maka tidak dapat dikenakan hukuman kurungan badan. Melainkan dikenakan rehabilitasi di rumah sakit jiwa (RSJ).

Sama halnya seperti pengguna narkotik yang seharusnya dikenakan rehabilitasi. Dalam kasus ini, pelaku terkesan melakukan pembunuhan secara terencana. Misalnya dengan memiliki niat menghabisi anaknya.

"Namun, yang perlu diperhatikan apakah pembunuhan dilakukan dengan sadar atau tidak? Secara proses hukumnya memang tetap berjalan, tapi dibarengi dengan pemeriksaan juga dari psikiater," tukasnya.

Pemeriksaan ini, dalam beberapa kasus sering kali terlewati. Karena keterbatasan pemahaman penyidik. Mustofa menilai, dalam kasus ini ada yang menarik. Pasalnya, pelaku justru menyerahkan diri pada polisi.

"Kalau orang yang sadar melakukan kejahatan justru akan menghilangkan jejak. Kalau ini justru melaporkan dirinya sendiri," tandas Mustofa.

Dalam menangani kasus seperti ini, penyidik diminta lebih cermat. Jika ada hal yang diluar kewajaran, maka sebaiknya disertai dengan pemeriksaan psikiater. Dalam UU Gangguan Jiwa, disebutkan bahwa orang yang mengalami gangguan jiwa direhabilitasi di RSJ dengan waktu maksimal satu tahun.

"Batasan waktu ini yang harusnya direvisi. Karena belum tentu orang bisa sembuh dalam waktu setahun. Ada orang yang gangguan kejiwaannya tidak bisa disembuhkan," tutupnya.
(san)
Berita Terkait
Ngeri! Ini Negara-Negara...
Ngeri! Ini Negara-Negara yang Memiliki Kasus Pembunuhan Tertinggi
Jalanan Jakarta Sepi,...
Jalanan Jakarta Sepi, Pengendara Jadi Sasaran Empuk Pelaku Kriminalitas
Tersinggung, Gerombolan...
Tersinggung, Gerombolan Pemuda di Manado Tikam Sopir Mikrolet
Pelaku Pembunuhan Pria...
Pelaku Pembunuhan Pria Penuh Luka di Pinggir Sungai Ditangkap
Warga Pancurbatu Geger...
Warga Pancurbatu Geger Temuan Mayat Mahasiswi di Tepi Jurang
Tragis, Seorang Ibu...
Tragis, Seorang Ibu Paruh Baya Tewas Ditebas Parang oleh Anak Kandung
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
2 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
2 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
3 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
4 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
5 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved