Ketum PBNU kecam pembantaian di Khojaly

Kamis, 28 Februari 2013 - 13:57 WIB
Ketum PBNU kecam pembantaian...
Ketum PBNU kecam pembantaian di Khojaly
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Agil Siraj melontarkan pernyataan keras, terkait kejahatan kemanusiaan yang menimpa umat muslim di dunia. Hal itu disampaikannya dalam diskusi soal konflik etnis, agama dan separatisme.

Kali ini, isu kemanusiaan difokuskan pada tragedi pembantaian Khojaly, yang terjadi antara Armenia dan Azerbaijan. Menurut Said Agil, selama ini terdapat diskriminasi penanganan kasus hukum terhadap korban kejahatan kemanusiaan bagi umat muslim.

"Satu saja Yahudi dibunuh pasti gempar dunia ini PBB rapat. Tapi kalau muslim yang dibunuh, semua diam aja, dunia diam saja, hanya mengutuk ngomong doang," tukasnya dalam pidatonya di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (28/02/2013).

Ia menambahkan, wilayah Azerbaijan sejak 21 tahun lalu dicaplok oleh 40 ribu jiwa, dan dibunuh tentara Armenia. Namun ia menyesalkan sikap dunia yang hanya bisa diam.

"PBB diam, Dewan keamanan diam maka kita yang harus berbicara," tegasnya.

Kezaliman di bidang politik ekonomi sosial dan budaya terhadap umat muslim, kata dia, sudah di depan mata. Contoh lain, lanjutnya, negara Iran mengembangkan nuklir untuk perdamaian dunia, selalu ditentang.

"Apa artinya kita belajar fisika, negara islam tak boleh, tapi kalau mereka (negara non muslim) ribuan boleh," paparnya.

Said Agil menilai, Iran dianggap berbahaya, karena mampu mengembangkan persenjataan. Menurutnya itu menjadi gambaran nasib orang Islam sampai saat ini.

"Beberapa keputusan dewan keamanan tidak dihormati. Azerbaijan seluruhnya umat muslim, dimana negaranya kaya mineral, juga mempunyai SDM, masa depan cemerlang, tak punya utang," imbuhnya.

Ia mengklaim, PBNU kini sedang meminta petisi tiap anggota dewan di DPR RI, untuk mendukung penuntasan hukum pembantaian di Azerbaijan.

"Kita sebagai umat islam harus mendukung sesama saudara kita," tandasnya.
(stb)
Berita Terkait
Optimisme di Tengah...
Optimisme di Tengah Krisis Kemanusiaan
Krisis Kemanusiaan Ekstrem...
Krisis Kemanusiaan Ekstrem Hari Ini
Sebulan Kuasai Kabul,...
Sebulan Kuasai Kabul, Taliban Hadapi Krisis Kemanusiaan
Upaya Solidaritas untuk...
Upaya Solidaritas untuk Meringankan Krisis Kemanusiaan Palestina
Hujan Lebat dan Banjir...
Hujan Lebat dan Banjir Landa Afghanistan, 22 Tewas dan Ratusan Rumah Hancur
Baznas: Zakat Berperan...
Baznas: Zakat Berperan dalam Menangani Krisis Kemanusiaan Global
Berita Terkini
KHBS Terus Diperluas,...
KHBS Terus Diperluas, Puluhan Ribu Warga Pulang Pisau Ditargetkan Nikmati Bantuan hingga Kuliah Gratis
58 menit yang lalu
Giliran Polda Metro...
Giliran Polda Metro Ajukan Bukti dan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo
1 jam yang lalu
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
2 jam yang lalu
UMB Bangun Sistem Pengelolaan...
UMB Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Pondok Kelor Tangerang
3 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi,...
Gunung Dukono Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2.300 Meter
3 jam yang lalu
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved