Penderita gangguan jiwa di Yogya tinggi

Selasa, 26 Februari 2013 - 19:07 WIB
Penderita gangguan jiwa...
Penderita gangguan jiwa di Yogya tinggi
A A A
Sindonew.com - Penderita gangguan kesehatan jiwa di kota Yogyakarta dinyatakan tinggi. Data riset kesehatan dasar (Rinkesda), menunjukkan untuk prevalensi gangguan mental emosional 11,3 persen dari jumlah pendudukan. Padahal, untuk batas prevalensi untuk gangguan jiwa 0,5 persen.

Sementara data kependudukan badan pusat statistik (BPS) tahun 2010, dari 387.813 jumlah penduduk Kota Yogyakarta, 32.033 atau 8,25 persen diantaranya mengalami gangguan kesehatan jiwa. Terdiri dari 30.676 orang gangguan mental emosional, dan 1.357 orang ganguan jiwa berat.

Namun khusus untuk yang mengalami gangguan jiwa berat, dari pendataan RSJ Grhasia Yogyakarta tahun 2012, hanya menemukan 568 orang atau 41,86 persen dari jumlah yang ada. Sehingga masih ada 789 orang atau 58,14 persen yang belum diketahui.

“Angka tersebut menunjukkan ada ketimpangan atau gap, sehingga gap itu membutuhkan tindaklanjut, salah satunya dengan deteksi masalah kesehatan jiwa dengan pemberdayaan masyarakat,” kata Kasubbid Fasilitas Pelayanan Medik RSJ Grhasia Yogyakarta Joep Djojodibroto di sela-sela pembekalan kader kesehatan untuk penangganan dini gangguan kesehatan jiwa, di aula Humas Pemkot Yogyakarta, Selasa (26/2/2013).

Menurut Joep, penyebab utama banyaknya masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan jiwa tersebut adalah kemiskinan, kemudian hubungan keluarga, dan pola asuh.

Sedangkan untuk gangguan kesehatan jiwa sendiri, diawali jika pikiran, perilaku dan perasaan sudah tidak produktif. Dan bila dari tahap tersebut, sudah sampai memerlukan bantuan orang lain, dapat dikatakan mengalami gangguan jiwa berat.

“Dari data yang ada kebanyakan warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa ini, adalah usia di bawah 40 tahun, Bahkan dari laporan ada yang masih berusia 15 tahun,” katanya.

Joep mengatakan, dari laporan 18 Puskesmas yang ada di Yogyakarta, warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa tersebut tidak ada yang dipasung. Hanya saja tidak adanya kasus ini, apakah benar-benar tidak ada atau memang tidak terlaporkan ke Puskesmas belum diketahui secara pasti.

Staf Kesehatan Jiwa Masyaratan (Keswma) RSJ Grhasia Yogyakarta Aspi Kristiati mengatakan, bagi yang menderita gangguan jiwa berat tersebut, untuk pemulihannya sangat kecil, yaitu hanya 25 persen.

Untuk itu, lanjut dia, guna mengantisipasi kesehatan jiwa ini perlu adanya pelayanan deteksi dini. Seperti sistem layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat.

“Itulah salah satu alasan pada tahun ini kami kembali membuat program tersebut, dimana untuk wilayah sasarannya adalah kelurahan Prenggan dan Purbayan, Kotagede,” tambahnya.

Aspi menambahkan untuk penanggannya sendiri, jika terdeteksi gangguan ringan, untuk penanggannnya bisa dilayani di Puskesmas, namun bila membutuhkan penanangganan lebih lanjut, maka Puskesmas dapat memberikan rujukan ke rumah sakit daerah atau rumah sakit yang khusus menanggani gangguan kesehatan jiwa.
(rsa)
Berita Terkait
Meluruskan Mitos Seputar...
Meluruskan Mitos Seputar Osteoporosis
Tiga Bulan Dibentuk,...
Tiga Bulan Dibentuk, Kinerja Tim Implementasi MoU Helshinki Dipertanyakan
KPU Kota Denpasar Bersinergi...
KPU Kota Denpasar Bersinergi dengan Kominfos dan Humas Pemkot Denpasar
Peduli Lansia, Ketua...
Peduli Lansia, Ketua K3S Denpasar Serahkan Bantuan Kursi Roda.
Kapolres Lahat Panen...
Kapolres Lahat Panen Raya di Desa Pagar Ruyung
Tes Masif Terus Intensifikasi,...
Tes Masif Terus Intensifikasi, Masyarakat Diminta Menerapkan Protokol Kesehatan
Berita Terkini
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
34 menit yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
1 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
2 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
5 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
9 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved