Kepulangan jenazah Farhan dikawal ratusan mahasiswa

Senin, 25 Februari 2013 - 17:39 WIB
Kepulangan jenazah Farhan...
Kepulangan jenazah Farhan dikawal ratusan mahasiswa
A A A
Sindonews.com - Farhan bin Ahe (23), anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) asal UIN Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, yang ditemukan tewas di Gunung Ganda Dewata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dipulangkan ke kampung halamannya, di Kelurahan Puawang, Kecamatan Bangge Timur, Kabupaten Majene.

Dengan jarak tempuh perjalanan selama satu jam dari Polewali, setibanya di Majene, jenazah mahasiswa asal jurusan Fakultas Teknik (Fatek) itu langsung di makamkan oleh pihak keluarga.

Ratusan mahasiswa baik dari UIN Makassar, maupun Unasman mengiringi pemulangan dan mengantar Farhan hingga ke tempat peristirahatan terakhir.

Berdasarkan pantauan, jenazah Farhan yang diberangkatkan dari Kabupaten Mamasa sekira pukul 10.30 Wita itu tiba di kampus Unasman pada pukul 14.30 Wita. Suasana duka pun menyelimuti Kampus Unasman.

Dari jauh, sirine mobil patwal dan ambulans yang membawa jenazah Farhan sudah terdengar di kampus. Peluk disertai tangis pun pecah menyambut kedatangan jenazah Farhan.

Sebelum di pulangkan ke kampung halamannya, bertempat di Mesjid kampus Unasman, jenazah Farhan terlebih dahulu dimandikan. Setelah itu, dilanjutkan dengan salat jenazah oleh ratusan mahasiswa yang dipimpin langsung Ketua Yayasan Al Asyariah, KH Syibli Sahabuddin.

Kepergian Farhan membuat para sahabatnya merasa kehilangan. Terlebih, seangkatan kampus dan sesama bendera organisasi. Betapa tidak, Farhan yang dikenal sebagai sosok yang baik dan penyabar itu, tiba-tiba harus pergi untuk selamanya menghadap sang khalik.

“Sudah mau diapa. Kami ikhlas menerima kepergian sahabat Farhan. Semoga amal dan ibadah almarhum semasa hidup diterima dan ditempatkan di sisi Allah,” ujar Herman, salah satu mahasiswa Fatek yang ikut mengantar Farhan, Senin (25/2/2013).

Seperti diketahui, Farhan merupakan satu dari kelima pendaki yang dinyatakan hilang di gunung tertinggi di Sulbar itu. Namun, empat pendaki lainnya ditemukan dengan selamat. Sementara, Farhan ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa di sekitaran sungai yang jauh dari jalur normal atau posko.

Almarhum Farhan ditemukan sekira 20 hari setelah ditetapkan hilang, tepatnya pada 20 Februari, pekan lalu oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan Mapala Sulselbar di sekitar sungai yang letaknya jauh dari posko (luar jalur).
(rsa)
Berita Terkait
60 Orang Tim Gabungan...
60 Orang Tim Gabungan Cari Pendaki Perempuan yang Hilang di Gunung Abbo
Kronologi Jovita Pendaki...
Kronologi Jovita Pendaki Tektok Jatuh dari Puncak Gunung Muria
Jatuh ke Jurang 85 Meter,...
Jatuh ke Jurang 85 Meter, Yusril Pendaki Gunung Popalia Berhasil Selamat
Wanita Pendaki yang...
Wanita Pendaki yang Hilang Usai Kencing di Gunung Abbo Ditemukan Lemas di Celah Tebing
Pendaki yang Terjatuh...
Pendaki yang Terjatuh di Bawah Tugu Abel Gunung Marapi Kondisinya Luka-luka
Pendaki Difabel Gagal...
Pendaki Difabel Gagal Taklukan Menara Nina Setinggi 320 Meter
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
22 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
56 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
3 jam yang lalu
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved