Pilkada Jabar digelar Minggu, Golput tinggi
Senin, 25 Februari 2013 - 14:49 WIB
Pilkada Jabar digelar Minggu, Golput tinggi
A
A
A
Sindonews.com - Tingginya angka golongan putih (golput) pada Pilkada Jawa Barat (Jabar) terjadi sinyalir karena pelaksanaan pemungutan suara yang tidak tepat waktunya. Pencoblosan itu dilaksanakan hari Minggu, 24 Februari 2013 kemarin.
Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi pemungutan suara yang dilaksanakan hari Minggu tentu kurang tidak tepat. Sebab, hari Minggu biasanya masyarakat berlibur.
"Mungkin Jabar kemarin karena hari libur. Kalau hari libur banyak yang berlibur," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/2/2013).
Diakuinya, saat ini minat partisipasi pemilih cenderung terus menurun di setiap Pilkada. "Rata-rata pemilihan kepala daerah memang cenderung turun (partisipasi pemilihnya), sekitar 60-an persen," imbuhnya.
Gamawan mengimbau kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) agar memperhatikan hari pencoblosan.
"Biasanya yang paling efektif hari yang diliburkan. Bagusnya hari yang diliburkan, seperti beberapa daerah hari Rabu atau Kamis. Itu orang tidak kemana-kemana," pungkasnya.
Seperti diketahui, angka golput dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat cenderung tinggi. Diprediksi pemilih yang tidak menggunakan hak pilih dalam Pilgub Jabar itu di atas 30 persen.
Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi pemungutan suara yang dilaksanakan hari Minggu tentu kurang tidak tepat. Sebab, hari Minggu biasanya masyarakat berlibur.
"Mungkin Jabar kemarin karena hari libur. Kalau hari libur banyak yang berlibur," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/2/2013).
Diakuinya, saat ini minat partisipasi pemilih cenderung terus menurun di setiap Pilkada. "Rata-rata pemilihan kepala daerah memang cenderung turun (partisipasi pemilihnya), sekitar 60-an persen," imbuhnya.
Gamawan mengimbau kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) agar memperhatikan hari pencoblosan.
"Biasanya yang paling efektif hari yang diliburkan. Bagusnya hari yang diliburkan, seperti beberapa daerah hari Rabu atau Kamis. Itu orang tidak kemana-kemana," pungkasnya.
Seperti diketahui, angka golput dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat cenderung tinggi. Diprediksi pemilih yang tidak menggunakan hak pilih dalam Pilgub Jabar itu di atas 30 persen.
(lns)