Ini alasan TNI AU sempat tak jadi lakukan evakuasi
Jum'at, 22 Februari 2013 - 17:12 WIB
Ini alasan TNI AU sempat tak jadi lakukan evakuasi
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah pesawat helikopter Puma SA-330 dengan nomor ekor HT-3318 ternyata ditembaki kelompok sipil bersenjata saat berada di dalam pesawat, dengan kondisi mesin yang masih hidup.
Saat itu, enam orang anggota TNI yang terdiri dari Kapten pilot Mayor Asep Wahyu, Copilot Kapten Tatag Onne, dan empat orang crew lain sedang melakukan evakuasi dan menunggu kedatangan korban tewas yang sehari sebelumnya ditembaki kelompok bersenjata.
Hal itu diungkapkan Kadispen TNI AU Marsekal Azman Yunus kepada Sindonews, dalam keterangan resminya, Jumat (22/2/2013).
"Pada Jumat, pada pukul 07.48 WIT, pagi, karena cuaca membaik helikopter terbang ke Sinak menuju Lapangan Koramil untuk mengambil korban penembakan sehari sebelumnya. Helikopter mendarat pada pukul 8.15 WIT pagi, dimana para crew tetap berada dalam pesawat dan tidak mematikan mesinnya menunggu kedatangan para korban. Namun sebelum korban berhasil dimasukkan dalam helikopter yang menunggu di lapangan Koramil terjadi penembakan terhadap helikopter ini," jelas Azman.
Menurut Azman, penembakan tersebut mengenai bagian kaca samping kanan depan dari kokpit pesawat dan merusak salah satu bagian dari sistem autopilot. Beruntung, penembakan itu tidak mengganggu fungsi alat tersebut dan performance terbang pesawat, sehingga para petugas evakuasi itu dapat melarikan diri.
"Tembakan itu melukai tangan kiri dari Perwira Teknik Lettu Tek Amang Rosadi. Sementara kedua penerbang tidak mengalami cedera," jelasnya.
Atas kejadian itu, para penerbang tersebut akhirnya membatalkan misi evakuasi dan kembali ke Bandara Mulia dan mendarat pukul 08.35 WIT. Hal itu dilakukan karena situasi dianggap sangat berbahaya bagi keselamatan pesawat dan awaknya.
Setelah melakukan pemeriksaan dan secara tehnis pesawat dinyatakan masih laik terbang, Komandan Lanud Jayapura Kolonel Penerbang D Yudhanardi mohon kepada Kolakops TNI agar diizinkan kembali membawa pesawat dengan alasan perkembangan situasi operasi dimana pesawat heklikopter dan awaknya memerlukan perbaikan dan perawatan.
Selanjutnya pada Pukul 10.20 WIT atas perintah Kolakops TNI helikopter Puma ini diperintahkan kembali ke Lanud Jayapura Sentani.
"Helikopter berangkat menuju Sentani sambil membawa dua korban penembakan di Distrik Tingginambut yaitu Lettu Inf Reza, dan jenazah Pratu Wahyu Bowo untuk diterbangkan ke hanggar Helly Lanud Jayapura," lanjutnya.
Saat itu, enam orang anggota TNI yang terdiri dari Kapten pilot Mayor Asep Wahyu, Copilot Kapten Tatag Onne, dan empat orang crew lain sedang melakukan evakuasi dan menunggu kedatangan korban tewas yang sehari sebelumnya ditembaki kelompok bersenjata.
Hal itu diungkapkan Kadispen TNI AU Marsekal Azman Yunus kepada Sindonews, dalam keterangan resminya, Jumat (22/2/2013).
"Pada Jumat, pada pukul 07.48 WIT, pagi, karena cuaca membaik helikopter terbang ke Sinak menuju Lapangan Koramil untuk mengambil korban penembakan sehari sebelumnya. Helikopter mendarat pada pukul 8.15 WIT pagi, dimana para crew tetap berada dalam pesawat dan tidak mematikan mesinnya menunggu kedatangan para korban. Namun sebelum korban berhasil dimasukkan dalam helikopter yang menunggu di lapangan Koramil terjadi penembakan terhadap helikopter ini," jelas Azman.
Menurut Azman, penembakan tersebut mengenai bagian kaca samping kanan depan dari kokpit pesawat dan merusak salah satu bagian dari sistem autopilot. Beruntung, penembakan itu tidak mengganggu fungsi alat tersebut dan performance terbang pesawat, sehingga para petugas evakuasi itu dapat melarikan diri.
"Tembakan itu melukai tangan kiri dari Perwira Teknik Lettu Tek Amang Rosadi. Sementara kedua penerbang tidak mengalami cedera," jelasnya.
Atas kejadian itu, para penerbang tersebut akhirnya membatalkan misi evakuasi dan kembali ke Bandara Mulia dan mendarat pukul 08.35 WIT. Hal itu dilakukan karena situasi dianggap sangat berbahaya bagi keselamatan pesawat dan awaknya.
Setelah melakukan pemeriksaan dan secara tehnis pesawat dinyatakan masih laik terbang, Komandan Lanud Jayapura Kolonel Penerbang D Yudhanardi mohon kepada Kolakops TNI agar diizinkan kembali membawa pesawat dengan alasan perkembangan situasi operasi dimana pesawat heklikopter dan awaknya memerlukan perbaikan dan perawatan.
Selanjutnya pada Pukul 10.20 WIT atas perintah Kolakops TNI helikopter Puma ini diperintahkan kembali ke Lanud Jayapura Sentani.
"Helikopter berangkat menuju Sentani sambil membawa dua korban penembakan di Distrik Tingginambut yaitu Lettu Inf Reza, dan jenazah Pratu Wahyu Bowo untuk diterbangkan ke hanggar Helly Lanud Jayapura," lanjutnya.
(rsa)