Dipaksa ngaku teroris, warga Poso dirawat

Senin, 18 Februari 2013 - 18:38 WIB
Dipaksa ngaku teroris,...
Dipaksa ngaku teroris, warga Poso dirawat
A A A
Sindonews.com - Seorang warga harus mendapat perawatan intensif karena mengalami luka cukup parah dibagian kepala. Korban menderitas sakit setelah dianiaya anggota polisi karena kedapatan membawa senjata api jenis air softgun.

Dalam penangkapan tersebut, korban mendapat penganiayaan hebat dan dipaksa mengaku sebagai teroris. Aksi kekerasan dalam pemeriksaan polisi ini mendapat kecaman dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

M. Ambran seorang warga Desa Tegalrejo menderita sakit kepala yang hebat dampak pemukulan oleh petugas polisi. Ambran dipaksa mengaku sebagai teroris oleh polisi.

Ketua Tim Pemantau Penanggulangan Terorisme Komnas HAM, Siane Indriani datang langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso untuk melihat kondisi M Ambran, warga Kelurahan Gebang Rejo, Kota Poso, Senin (18/2/2013).

Ambran ditangkap dan ditahan polisi atas kepemilikan senjata air softgun pada 12 Januari 2013.

Saat bertemu dengan anggota Komnas HAM, Ambran mengaku ia di pukuli sejak ditangkap hingga berada ditahanan Polres Poso. Pukulan dengan tangan dan popor senapan menyebabkan ia kini menderita rasa sakit kepala hebat.

"Saya terus dipaksa mengaku sebagai teroris, tapi saya bertahan karena saya memang bukan teroris," ujar Ambran.

Sementara, Siane Indriani menyatakan Komnas HAM akan memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.

"Kami sudah telusuri kasus ini, ada dugaan terjadinya tindak pelanggaran HAM berupa tindak kekerasan dan penganiayaan yang berlebihan terhadap terduga teroris. Bukti bukti kuat atas dugaan tindak pelanggaran HAM itu juga ditemukan di Poso," terangnya.

Hasil investigasi Komnas HAM tersebut, lanjutnya, akan dilaporkan secara lengkap pada maret 2013 mendatang.

Siane mengatakan, pemerintah perlu mengevaluasi kinerja Densus 88 antiteror agar dalam penanggulanan terorisme tidak bertindak berlebihan. Dalam catatan Komnas HAM, sejak tahun 2000 setidaknya sudah 80 orang yang masih dalam posisi terduga teroris ditembak mati oleh Densus 88.
(ysw)
Berita Terkait
2 Oknum Polisi Aniaya...
2 Oknum Polisi Aniaya Warga, Kapolres Aceh Timur Minta Maaf ke Korban
Putri Gus Dur: Jadikan...
Putri Gus Dur: Jadikan Humor sebagai Barang Bukti Adalah Kegagalan
Ini Modus Oknum Perwira...
Ini Modus Oknum Perwira Polisi yang Ditangkap karena Gelapkan 83 Mobil
Periksa Pengunggah Guyonan...
Periksa Pengunggah Guyonan Gus Dur, Polisi Dikecam Gusdurian
Diduga Tangkap Warga...
Diduga Tangkap Warga Tanpa Bukti, Mapolsek Dringu Digeruduk Massa
Mobil Hasil Penggelapan...
Mobil Hasil Penggelapan Iptu HA Capai 115 Unit, Korban Dipersilakan Datang ke Polda Kepri
Berita Terkini
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
15 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
32 menit yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
7 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
8 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved