Usul, jam pelajaran agama di Depok ditambah
Senin, 18 Februari 2013 - 17:39 WIB
Usul, jam pelajaran agama di Depok ditambah
A
A
A
Sindonews.com - Tingginya tingkat kenakalan remaja di Depok cukup memprihatinkan, mulai dari tindak kriminalitas, sex pra nikah, pengguna narkoba, tawuran dan lainnya. Sementara, pendidikan Agama Islam di sekolah umum masih kurang.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Depok Iie Naseri mengungkapkan, jam pelajaran agama Islam di sekolah mulai disemua tingkatan harus ditambah. Pasalnya, selama ini pelajaran agama hanya 120 menit.
“Kita prihatin dengan kondisi remaja di Depok seperti enam dari 100 pelajar sudah melakukan sex pra nikah. Sebenarnya, kenakalan remaja ini adalah gejala umum, cuma kita ingin agar degradasi moral ini diminalisir. Salah satunya, melalui pendidikan agama Islam ditambah,” ujarnya kepada wartawan, di Depok, Senin (18/2/2013).
Dia mengungkapkan, dengan menambah jam pelajaran Islam di sekolah umum disemua tingkatan diharapkan bisa mengurangi kenakalan dikalangan remaja. Salah satu poin yang ditekankan adalah dalam pelajaran agama tentang pembentukan karakter dan akhlaq.
Dirinya menyadari dalam hasil pendidikan tidaklah secara kasat mata bisa dilihat. Namun, dari indikatornya seperti tingkah laku dan sopan santun anak bisa terlihat. “Memang dalam hal perbaikan moral, bukan hanya tugas dari Kemenag Depok saja. Namun, semua pihak harus turut serta membantunya,” tuturnya.
Meski begitu, usulan penambahan waktu pelajaran agama di sekolah umum tidak serta merta dipaksakan secara langsung. Tentu, imbuhnya, mengikuti alur dan tidak mengganggu jam pelajaran selama ini. Terlebih lagi, adanya rencana penerapan kurikulum 2013.
“Ya kita tidak harus memaksakan penambahan itu harus berapa jam. Yang pasti, agar bisa di tambah saja dan tidak bertabrakan dengan jam sebelumnya. Tentu, harapannya agar bisa menerapkan isi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok Muhammad Nurdin mengaku bahwa jam pelajaran agama masih kurang baik ditingkat SD, SMP maupun SMA. Meski begitu, pihaknya juga tetap berupaya dalam meningkatkan kemampuan agama Islam melalui program satu hari satu ayat Alquran.
Menurutnya, program itu baru dicanangkan di tingkat UPT Pancoran Mas dan akan menyebar keseluruh kecamatan. Dirinya mengaku, program itu bukanlah dari Pemkot Depok. Namun, insiatif dari Dinas Pendidikan Kota Depok untuk mengambil masa golden age diusia anak.
“Kita juga prihatin dengan pelajaran agama cuma dua jam saja. Untuk itu, melalui gerakan mempelajari Alquran juga bisa meningkatkan kemampuan dalam agama,” tandasnya.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Depok Iie Naseri mengungkapkan, jam pelajaran agama Islam di sekolah mulai disemua tingkatan harus ditambah. Pasalnya, selama ini pelajaran agama hanya 120 menit.
“Kita prihatin dengan kondisi remaja di Depok seperti enam dari 100 pelajar sudah melakukan sex pra nikah. Sebenarnya, kenakalan remaja ini adalah gejala umum, cuma kita ingin agar degradasi moral ini diminalisir. Salah satunya, melalui pendidikan agama Islam ditambah,” ujarnya kepada wartawan, di Depok, Senin (18/2/2013).
Dia mengungkapkan, dengan menambah jam pelajaran Islam di sekolah umum disemua tingkatan diharapkan bisa mengurangi kenakalan dikalangan remaja. Salah satu poin yang ditekankan adalah dalam pelajaran agama tentang pembentukan karakter dan akhlaq.
Dirinya menyadari dalam hasil pendidikan tidaklah secara kasat mata bisa dilihat. Namun, dari indikatornya seperti tingkah laku dan sopan santun anak bisa terlihat. “Memang dalam hal perbaikan moral, bukan hanya tugas dari Kemenag Depok saja. Namun, semua pihak harus turut serta membantunya,” tuturnya.
Meski begitu, usulan penambahan waktu pelajaran agama di sekolah umum tidak serta merta dipaksakan secara langsung. Tentu, imbuhnya, mengikuti alur dan tidak mengganggu jam pelajaran selama ini. Terlebih lagi, adanya rencana penerapan kurikulum 2013.
“Ya kita tidak harus memaksakan penambahan itu harus berapa jam. Yang pasti, agar bisa di tambah saja dan tidak bertabrakan dengan jam sebelumnya. Tentu, harapannya agar bisa menerapkan isi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok Muhammad Nurdin mengaku bahwa jam pelajaran agama masih kurang baik ditingkat SD, SMP maupun SMA. Meski begitu, pihaknya juga tetap berupaya dalam meningkatkan kemampuan agama Islam melalui program satu hari satu ayat Alquran.
Menurutnya, program itu baru dicanangkan di tingkat UPT Pancoran Mas dan akan menyebar keseluruh kecamatan. Dirinya mengaku, program itu bukanlah dari Pemkot Depok. Namun, insiatif dari Dinas Pendidikan Kota Depok untuk mengambil masa golden age diusia anak.
“Kita juga prihatin dengan pelajaran agama cuma dua jam saja. Untuk itu, melalui gerakan mempelajari Alquran juga bisa meningkatkan kemampuan dalam agama,” tandasnya.
(san)