Ahok bantah ada isu balas budi dalam proyek monorail
Kamis, 14 Februari 2013 - 01:57 WIB
Ahok bantah ada isu balas budi dalam proyek monorail
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) membantah, jika ada upaya balas budi dalam proyek monorail. Hal ini terkait anggota konsorsium PT. Jakarta Monorail, yang terdiri dari beberapa pengusaha dan perusahaan.
Salah satu perusahaan Konsorsium PT. Jakarta Monorail, Ortus Group milik Edward Soeryadjaya disebut-sebut bisa masuk dalam proyek monorail, karena dianggap sebagai pendukung dana kampanye Joko Widodo (Jokowi) dan Ahok di Pilkada DKI lalu.
Ahok pun membantah, adanya upaya balas jasa atas lolosnya Ortus dalam Konsorsium PT. Jakarta Monorail.
"Mendukung apa? Edward tidak pernah mendukung kami. Kalau dia menyatakan mendukung kami, itu hak dia. Di putaran kedua semua orang juga bisa ngomong dan mengklaim mendukung," tegas Ahok kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Rabu (13/2/2013) malam.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku, tidak peduli dengan anggota Konsorsium PT. Jakarta Monorail dan menganggap adanya upaya balas budi hanya isu yang tidak penting.
"Bagi kami, tidak peduli siapapun. Jadi jangan yang tidak bermodal ngaku-ngaku mau pegang proyek monorel. Siapa yang mampu, siapapun anda, taruh duit dan investasi. Kami transparan," terangnya.
Sementara itu, pasangan Jokowi ini menambahkan, saat Hadji Kalla Group ingin masuk ke dalam proyek monorel, isu balas jasa pun santer terdengar.
"Prinsip kami tidak ada balas jasa. Kalau mau investasi keluarkan uang anda. Sederhana sih sebenarnya," sambungnya.
Dia pun mengatakan, dalam proses tender proyek monorail tidak ada diskriminasi. Syarat terpenting adalah punya modal untuk menjalankan proyek ini, agar tak berhenti ditengah jalan.
"Kami tak ingin tersandera, sementara dia dapet lisensi dari pusat, duitnya tidak jelas, makanya kita butuh investor. Kita kasih dia (PT. Jakarta Monorail) waktu lagi. Kalau tidak bisa tunjukkan uang dan tidak mampu, kita coret," simpulnya.
Salah satu perusahaan Konsorsium PT. Jakarta Monorail, Ortus Group milik Edward Soeryadjaya disebut-sebut bisa masuk dalam proyek monorail, karena dianggap sebagai pendukung dana kampanye Joko Widodo (Jokowi) dan Ahok di Pilkada DKI lalu.
Ahok pun membantah, adanya upaya balas jasa atas lolosnya Ortus dalam Konsorsium PT. Jakarta Monorail.
"Mendukung apa? Edward tidak pernah mendukung kami. Kalau dia menyatakan mendukung kami, itu hak dia. Di putaran kedua semua orang juga bisa ngomong dan mengklaim mendukung," tegas Ahok kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Rabu (13/2/2013) malam.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku, tidak peduli dengan anggota Konsorsium PT. Jakarta Monorail dan menganggap adanya upaya balas budi hanya isu yang tidak penting.
"Bagi kami, tidak peduli siapapun. Jadi jangan yang tidak bermodal ngaku-ngaku mau pegang proyek monorel. Siapa yang mampu, siapapun anda, taruh duit dan investasi. Kami transparan," terangnya.
Sementara itu, pasangan Jokowi ini menambahkan, saat Hadji Kalla Group ingin masuk ke dalam proyek monorel, isu balas jasa pun santer terdengar.
"Prinsip kami tidak ada balas jasa. Kalau mau investasi keluarkan uang anda. Sederhana sih sebenarnya," sambungnya.
Dia pun mengatakan, dalam proses tender proyek monorail tidak ada diskriminasi. Syarat terpenting adalah punya modal untuk menjalankan proyek ini, agar tak berhenti ditengah jalan.
"Kami tak ingin tersandera, sementara dia dapet lisensi dari pusat, duitnya tidak jelas, makanya kita butuh investor. Kita kasih dia (PT. Jakarta Monorail) waktu lagi. Kalau tidak bisa tunjukkan uang dan tidak mampu, kita coret," simpulnya.
(stb)