Muba buka daerah terisolir

loading...
Muba buka daerah terisolir
Muba buka daerah terisolir
Sindonews.com - Daerah terisolir yang menghubungkan Kecamatan Lalan dengan Kecamatan Tungkal Jaya, dan Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akhirnya telah dibuka.

Hal tersebut ditandai dengan diresmikannya pembangunan Jembatan Sungai Lalan, di Desa Galih Sari, Lalan, oleh Bupati Muba H Pahri azhari, Kamis (7/2/2013).

Sebelum dibangun Jembatan Sungai Lalan, warga trans yang terdiri dari etnis Jawa, Bali, Bugis, Madura, dan Belitang (OKUT) itu, selalu menggunakan perahu getek untuk menyebrang ke kecamatan tetangga.

Sedangkan jarak yang harus ditempuh utk menuju ibu kota kabupaten terlebih dahulu memutar dan harus ke Kota Palembang. Dengan dibuka isolasi tersebut warga senang karena dapat menghidupkan aktivitas ekonomi untuk menjual hasil bumi.

Adapun Jembatan Sungai Lalan tersebut dibangun tiga tahun yang berasal dari anggaran tahun 2009, 2010, 2011 dengan total biaya Rp92 miliar. Adapun panjang jembatan 320 meter dengan lebar tujuh meter.

Berdasarkan pantauan di lapangan, saat ini warga Lalan tak hanya bisa melewati jalan laut, namun juga jalan darat untuk ke Ibukota kabupaten.



Mayoritas jalan yang ditempuh melewati jalan perusahaan perkebunan dan perusahaan migas yang merupakan jalan tanah. Waktu perjalanan yang ditempuh dari simpang gas kec tungkal jaya ke desa galih sari lalan sekira empat jam.

Dalam kesempatan itu, Camat Lalan,Tri Setiono mengatakan warganya sangat bersyukur dan senang. Ekonomi masyarakat pun bisa lebih baik.

"Disini kan ada hasil bumi, ada kelapa dan pisangg dan laiinnya. Misalkan pisang biasanya laku hanya dijual Rp15 ribu kini bisa dijual Rp40.000,” ujar Tri disela pelantikan empat kades, di Desa Galih Sari, Kamis (7/2/2013).
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top