Anak-anak korban banjir Jakarta masih trauma

Kamis, 07 Februari 2013 - 10:19 WIB
Anak-anak korban banjir...
Anak-anak korban banjir Jakarta masih trauma
A A A
Sindonews.com - Hujan deras yang melanda kawasan ibu kota hari ini, menimbulkan trauma bagi anak-anak korban banjir besar di Jakarta beberapa waktu lalu. Rasa takut akan datangnya banjir kiriman, menghantui pikiran mereka.

Untuk menghilangkan rasa trauma itu, lembaga kemanusiaan PKPU menggelar trapi atau trauma healing. Langkah positif ini dilakukan untuk menghibur dan menguatkan mental mereka yang masih takut dengan hujan deras dan banjir kiriman.

Dengan menggandeng HFI (Humanitarian Forum Indonesia) dan Aqua, pada Rabu 6 Februari 2013 PKPU membagikan 200 paket pendidikan, berupa perlengkapan sekolah, makanan dan minuman kepada anak-anak korban banjir di SDN 01 Sukakarsa, Cikarang, dan SDN 01/02 Petang, Kapuk Muara, Jakarta Utara.

Tak hanya di Jakarta kemarin, hari ini PKPU juga melakukan kegiatan serupa kepada anak-anak korban banjir di Bekasi. Tepatnya di SDN Jatirasa, Jatiasih Bekasi.

"Untuk menghilangkan dampak trauma psikologis tersebut, perlu dilakukan kontinu agar para anak korban banjir mampu melupakan peristiwa tersebut dan mampu beraktivitas seperti sedia kala," ujar tim PKPU, M Mukhlis Nasrulloh kepada Sindonews, Kamis (7/2/2013).

Ditambahkan dia, untuk menghilangkan rasa trauma pada anak, dibutuhkan cara atau pendekatan yang bisa diterima oleh mereka. Selain membagikan sejumlah perlengkapan sekolah, dan kebutuhan sehari-hari, PKPU juga memanggil pendongeng tingkat nasional Kak Sidik.

“Dongeng menjadi salah satu terapi ampuh yang dapat membantu para korban banjir, khususnya anak-anak. Melalui dongeng yang disampaikan, memberi pesan kepada mereka agar lebih peka terhadap lingkungan dan tetap semangat memulai hari esok,” terangnya.

Dia melanjutkan, pada Jumat 8 Februari 2013, PKPU akan kembali melakukan trauma healing di Jakarta. Tepatnya di SMP Perguruan Rakyat, Kampung Melayu Kecil.

"Dengan kegiatan trauma healing ini, diharapkan dapat mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis yang mereka alami selama banjir melanda wilayah sekolah, dan bisa kembali berkonsentrasi menuntut ilmu demi masa depan yang lebih baik," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
BNPB: Kerugian Akibat...
BNPB: Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Capai Rp1,6 Triliun
Terdampak Banjir, Kabupaten...
Terdampak Banjir, Kabupaten Bekasi Buka Hotel Khusus OTG Covid-19
Akses Jalan Penghubung...
Akses Jalan Penghubung Bekasi-Jakarta Terendam Banjir
Hujan Lebat, Sejumlah...
Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Jakarta, Tangerang dan Bekasi Terendam Banjir
Hujan Deras hingga Pagi,...
Hujan Deras hingga Pagi, Sebagian Wilayah Jakarta dan Bekasi Terendam
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
5 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
5 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
6 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
6 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
7 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
7 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved