Pengecer koran ingin tetap berjualan di stasiun
Rabu, 30 Januari 2013 - 16:56 WIB
Pengecer koran ingin tetap berjualan di stasiun
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan perwakilan pengecer dan agen koran di areal Stasiun Bogor-Jakarta mendesak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memenuhi aspirasi mereka. Para pedagang koran ini meminta PT KAI memperbolehkan mereka untuk tetap berjualan di luar area peron.
Mereka meminta diperbolehkan berjualan di ring II. "Saya meminta ijin untuk membagikan kepada loper saja, tidak berjualan seperti dulu. Tapi tetap saja diperlakukan demikian," kata Sirait saat pertemuan antara perwakilan penerbit dan PT KAI di Depok, Rabu (30/1/2013).
Dirinya mengaku, menerima aturan yang ada. Hanya saja, mereka meminta ketegasan PT KAI untuk memperbolehkan berjualan di area yang tidak dilarang.
Dia memahami, penertiban dilakukan untuk memberikan kenyamanan pada penumpang kereta. Namun tidak juga mematikan pencaharian para pengecer. "Mereka banyak ngeluh kalau susah jualan koran. Makanya yang bertahan hanya separuhnya saja," tukasnya.
Sementara itu, Humas Daops I PT KAI Purbawa mengatakan, dirinya belum dapat memastikan apakah bisa memenuhi aspirasi pedagang koran atau tidak. Dia hanya berjanji membawa aspirasi mereka langsung ke Dirut PT KAI Ignatius Djohan.
Purbawa mengaku, kedatangannya kemarin hanya memenuhi undangan pengecer dan agen koran. "Saya belum dapat memastikan. Bukan saya yang mengambil keputusan," terangnya.
Hingga kini, perwakilan agen masih melakukan pertemuan dengan KAI. Pedagang mengingatkan pada penertiban beberapa waktu lalu, terjadi pemblokiran lintasan kereta. Jika KAI tidak ingin hal itu terjadi maka pengecer meminta KAI memenuhi aspirasinya.
Mereka meminta diperbolehkan berjualan di ring II. "Saya meminta ijin untuk membagikan kepada loper saja, tidak berjualan seperti dulu. Tapi tetap saja diperlakukan demikian," kata Sirait saat pertemuan antara perwakilan penerbit dan PT KAI di Depok, Rabu (30/1/2013).
Dirinya mengaku, menerima aturan yang ada. Hanya saja, mereka meminta ketegasan PT KAI untuk memperbolehkan berjualan di area yang tidak dilarang.
Dia memahami, penertiban dilakukan untuk memberikan kenyamanan pada penumpang kereta. Namun tidak juga mematikan pencaharian para pengecer. "Mereka banyak ngeluh kalau susah jualan koran. Makanya yang bertahan hanya separuhnya saja," tukasnya.
Sementara itu, Humas Daops I PT KAI Purbawa mengatakan, dirinya belum dapat memastikan apakah bisa memenuhi aspirasi pedagang koran atau tidak. Dia hanya berjanji membawa aspirasi mereka langsung ke Dirut PT KAI Ignatius Djohan.
Purbawa mengaku, kedatangannya kemarin hanya memenuhi undangan pengecer dan agen koran. "Saya belum dapat memastikan. Bukan saya yang mengambil keputusan," terangnya.
Hingga kini, perwakilan agen masih melakukan pertemuan dengan KAI. Pedagang mengingatkan pada penertiban beberapa waktu lalu, terjadi pemblokiran lintasan kereta. Jika KAI tidak ingin hal itu terjadi maka pengecer meminta KAI memenuhi aspirasinya.
(san)