Pembongkaran toko di Jalan Margonda ditunda

Selasa, 29 Januari 2013 - 16:52 WIB
Pembongkaran toko di...
Pembongkaran toko di Jalan Margonda ditunda
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menunda penertiban ratusan toko di sepanjang Jalan Margonda yang melanggar garis sepadan bangunan (GSB).

Penundaan dilakukan lantaran tak adanya koordinasi antar instansi di lingkungan Pemkot Depok seperti Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda), Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Disperindag, dan Satpol PP.

"Tidak ada penundaan selamanya dan ini hanya bersifat sementara. Peneriban itu segera mungkin tetap dilaksanakan dan kami masih menunggu adanya koordinasi antara instansi terkait," kata Kabid Pendataan Bangunan Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kota Depok Diana Puspitasari, Selasa (29/1/2013).

Sesuai Perda Nomor 18 tahun 2003 tentang Tata Ruang dan Permukiman, ratusan toko di sepanjang Jalan Margonda telah melanggar GSB. Untuk itu, kepada pemilik toko yang melanggar GSB harus mundur 10 meter. "Bila nanti semua instansi sudah siap, maka penyegelan toko yang melanggar perda segera dilakukan," ujarnya.

Hal itu dilakukan guna menata ulang bangunan karena Jalan Margonda adalah estalase kota. Berdasarkan perda, pendirian toko harus berjarak 10 meter dan 15 meter untuk hotel dari pinggir jalan.

Sedangkan untuk lahan yang luasnya menyempit dan tak memungkinkan lagi mendirikan toko, pemkot siap membebaskan lahan. Namun, harga lahannya belum ditetapkan, karena harus menunggu kesepakatan dengan pemiliknya. "Kalau sudah ada titik terang dengan pemiliknya, maka segera dilakukan pembongkaran," tegas Diana.

Hingga saat ini, para pemilik toko belum bersedia membebaskan lahan mereka karena harga yang sempat ditawarkan jauh dari harga pasar. Apalagi, kebijakan ini tidak disusun dengan perencanaan yang jelas. Sementara Pemkot Depok telah menegaskan awal tahun 2013 ini, semua toko yang belum mundur 10 meter dari GSB maka segera dilakukan penyegelan.

"Kalau memang ada penataan bangunan, harusnya ada kejelasan untuk jangka berapa tahun ke depan, sehingga kami tidak bongkar pasang atau membeli lahan di sepanjang Jalan Margonda Raya," kata Arifin, seorang pemilik toko.
(san)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
5 jam yang lalu
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
5 jam yang lalu
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
6 jam yang lalu
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
7 jam yang lalu
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
7 jam yang lalu
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved