Bupati cuek, DPRD Kulonprogo berang

Senin, 28 Januari 2013 - 13:59 WIB
Bupati cuek, DPRD Kulonprogo...
Bupati cuek, DPRD Kulonprogo berang
A A A
Sindonews.com - DPRD Kulonprogo berang, rekomendasi mereka terkait relokasi peternakan ayam bermasalah di Desa Banjararum, Kalibawang tak ditanggapi. Dewan mengultimatum Bupati agar merespon rekomendasi tersebut dalam dua pekan ke depan.

Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Yusron Martofa mengatakan, penyelesaian kasus peternakan ayam Banjararum sangat mendesak karena menyangkut potensi kerawanan sosial. Apalagi persoalan itu sudah mengemuka sejak Mei 2012 lalu. Hingga legislatif merekomendasi agar tujuh kandang yang berdekatan dengan permukiman dan fasilitas umum direlokasi.

“Masyarakat sudah bersabar 15 tahun, kami sudah rekomendasikan untuk direlokasi sejak September 2012. Kami beri waktu empat bulan. Tapi sampai sekarang tidak diindahkan. Masyarakat yang tadinya sudah tenang sekarang marah lagi,” kata Yusron, di DPRD Kulonprogo, Senin (28/1/2013).

Menurut dia, waktu empat bulan seharusnya cukup untuk merelokasi kandang bermasalah. Tapi anehnya, bupati justru mengaku belum menerima surat rekomendasi dari dewan. Dia menduga ada oknum yang sengaja menghambat penyelesaiakn kasus itu,

“Kami tidak tahu siapa yang sengaja menghambat menyabotase surat rekomendasi,” katanya.

Kasus ternak ayam bermula saat masyarakat mengadu ke DPRD Mei 2012. Saat itu, warga dari Dusun Klepu, dan Mejing, Kalibawang mengeluhkan peternakan ayam di wilayah itu. Warga terganggu karena peternakan itu menimbulkan bau tak sedap dan mengundang lalat. Apalagi, lokasi peternakan berdekatan dengan fasilitas umum seperti mesjid, sekolah dan pasar.

Setelah aduan itu, Komisi II terjun ke lapangan. Masyarakat juga membuat tim independen untuk mengkaji persoalan itu. sementara instansi terkait seperti Dinas Peternakan, Kesehatan maupun KLH membuat kajian serupa. Hasilnya dewan merekomendasi tujuh kandang untuk direlokasi.

“Lokasi peternakan memang cukup mengganggu. Kami rekomendasi tujuh di antaranya agar direlokasi. Seharusnya kan bisa segera ditindaklanjuti. Kasihan masyarakat yang sudah mencoba bersabar sampai 15 tahun. Pemkab harus tegas karena peternakan ini juga tidak berizin,” tegasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Pemerintah Diminta Tindak...
Pemerintah Diminta Tindak Tegas Perusak Fasilitas Umum
Masyarakat Lahat Minta...
Masyarakat Lahat Minta Pemerintah Segera Perbaiki Jembatan Ambruk di Muara Lawai
AHY Sebut Pemerintah...
AHY Sebut Pemerintah Segera Perbaiki Rumah hingga Fasum Rusak Imbas Banjir di Bali dan NTT
Diduga Dipicu Sengketa...
Diduga Dipicu Sengketa Pemilu Massa Bakar Fasilitas Umum dan Pemerintah
Pembenahan dan Integrasi...
Pembenahan dan Integrasi Transportasi Umum, Daerah Diminta Contoh Jakarta
Serobot Lahan Warga...
Serobot Lahan Warga Sejak Tahun 2019, Ini Alasan Ketua RT Ngamuk ke Pemilik Ruko di Pluit
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
3 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
3 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
3 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
4 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
5 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
6 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved