Warga Apau harap ada subsidi angkut barang
Sabtu, 19 Januari 2013 - 18:38 WIB
Warga Apau harap ada subsidi angkut barang
A
A
A
Sindonews.com - Selama ini warga perbatasan Indonesia-Malaysia yang ada di Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur (Kaltim) mengandalkan angkutan udara untuk terlepas dari isolasi.
Sayangnya, kini subsidi penerbangan ditangguhkan oleh pemerintah setempat. Warga berharap agar subsidi dilanjutkan sekaligus ditambah untuk angkutan barang.
“Untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Apau Kayan, kami berharap pemerintah menyediakan angkutan khusus barang yang juga disubsidi. Ini untuk menyuplai semua barang kebutuhan pokok kami,” kata Ketua Adat Besar Apau Kayan, Ibau Ala, Sabtu (19/1/2012).
Jika barang kebutuhan pokok ini tidak bisa disuplai dari penerbangan, warga Apau Kayan terpaksa harus rela membelinya di Long Busan, Serawak, Malaysia di sebuah perusahaan kayu. Untuk membeli ke sana perlu perjuangan. Harus kucing-kucingan dengan tentara Malaysia yang menjaga perbatasan.
Jika nantinya kontrak kerjasama pemerintah Indonesia dengan maskapai Susi Air berlanjut, warga Apau Kayan berharap ada penerbangan subsidi khusus barang.
Kawasan Apau Kayan adalah kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia yang terdiri dari empat kecamatan yakni Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Kayan Ulu , Kecamatan Kayan Selatan dan Kecamatan Sungai Boh.
Selain Kecamatan Sungai Boh, tak ada akses jalan lain selain melalui transportasi udara. Bandar udara untuk kawasan ini berada di Desa Long Apung, ibukota Kecamatan Kayan Selatan. Kawasan ini berada di tengah hutan, sehingga hanya pesawatlah satu-satunya akses keluar.
Sementara dari Sungai Boh, ada akses jalan darat bekas sebuah perusahaan kayu yang tidak beroperasi lagi. Karena perusahaan ini tak beroperasi, maka jalan tersebut tidak terawat. Waktu tempuh dari Sungai Boh ke Samarinda bisa memakan waktu tujuh hari.
Sejak 31 Desember 2012, kerjasama pemerintah dengan Susi Air dalam rangka penyediaan angkutan pesawat bersubsidi berakhir. Tak ada lagi penerbangan baik keluar maupun masuk menuju Apau Kayan. Dalam penerbangan bersubsidi ini, Susi air menyediakan rute Samarinda – Long Apung. Dalam seminggu biasanya melayani hingga lima kali.
“Menjelang berkhirnya kontrak kemarin, Susi Air sempat tiap hari melayani rute ini,” kata Ibau.
Kini kontrak kerjasama sedang digodok. Proses lelang sedang berlangsung. Warga beraharap kerjasama tersebut cepat tercapai sehingga warga tak terisolir dan dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, tanpa perlu mengemis ke negara tetangga.
Sayangnya, kini subsidi penerbangan ditangguhkan oleh pemerintah setempat. Warga berharap agar subsidi dilanjutkan sekaligus ditambah untuk angkutan barang.
“Untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Apau Kayan, kami berharap pemerintah menyediakan angkutan khusus barang yang juga disubsidi. Ini untuk menyuplai semua barang kebutuhan pokok kami,” kata Ketua Adat Besar Apau Kayan, Ibau Ala, Sabtu (19/1/2012).
Jika barang kebutuhan pokok ini tidak bisa disuplai dari penerbangan, warga Apau Kayan terpaksa harus rela membelinya di Long Busan, Serawak, Malaysia di sebuah perusahaan kayu. Untuk membeli ke sana perlu perjuangan. Harus kucing-kucingan dengan tentara Malaysia yang menjaga perbatasan.
Jika nantinya kontrak kerjasama pemerintah Indonesia dengan maskapai Susi Air berlanjut, warga Apau Kayan berharap ada penerbangan subsidi khusus barang.
Kawasan Apau Kayan adalah kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia yang terdiri dari empat kecamatan yakni Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Kayan Ulu , Kecamatan Kayan Selatan dan Kecamatan Sungai Boh.
Selain Kecamatan Sungai Boh, tak ada akses jalan lain selain melalui transportasi udara. Bandar udara untuk kawasan ini berada di Desa Long Apung, ibukota Kecamatan Kayan Selatan. Kawasan ini berada di tengah hutan, sehingga hanya pesawatlah satu-satunya akses keluar.
Sementara dari Sungai Boh, ada akses jalan darat bekas sebuah perusahaan kayu yang tidak beroperasi lagi. Karena perusahaan ini tak beroperasi, maka jalan tersebut tidak terawat. Waktu tempuh dari Sungai Boh ke Samarinda bisa memakan waktu tujuh hari.
Sejak 31 Desember 2012, kerjasama pemerintah dengan Susi Air dalam rangka penyediaan angkutan pesawat bersubsidi berakhir. Tak ada lagi penerbangan baik keluar maupun masuk menuju Apau Kayan. Dalam penerbangan bersubsidi ini, Susi air menyediakan rute Samarinda – Long Apung. Dalam seminggu biasanya melayani hingga lima kali.
“Menjelang berkhirnya kontrak kemarin, Susi Air sempat tiap hari melayani rute ini,” kata Ibau.
Kini kontrak kerjasama sedang digodok. Proses lelang sedang berlangsung. Warga beraharap kerjasama tersebut cepat tercapai sehingga warga tak terisolir dan dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, tanpa perlu mengemis ke negara tetangga.
(ysw)