Fogging tak efektif tekan kasus DBD

Rabu, 16 Januari 2013 - 09:29 WIB
Fogging tak efektif...
Fogging tak efektif tekan kasus DBD
A A A
Sindonews.com - Pengamat epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, kurang efektifnya fogging dikarenakan belum diperhatikaanya dosis dalam penyemprotan.

Padahal, fogging berfungsi untuk memutus mara rantai penyebab kasus DBD. Selain itu, fogging yang dilakukan saat ini baru dilakukan setelah ada laporan.

"Bukan dilakukan untuk preventif. Efeknya sangat kecil. Fogging hanya dilakukan setelah ada kasus," kata Pengamat epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono, Rabu (16/1/2013).

Dosen di FKM UI itu menambahkan, kurang tepatnya wilayah sasaran fogging dan jumlah nyamuk yang berkembang juga dianggap sebagai kurang berhasilnya fogging.

"Permasalahannya sekarang adalah, penggunaan insektisida itu mahal. Sehingga hanya 1,3 persen penduduk saja yang melakukan," tambahnya.

Untuk itu, dia meminta agar pemerintah melalkukan komunikasi dengan industri agar harga penggunaan insektisida tidak tinggi.

"Saat ini masalahnya ya di harga. Obat nyamuk baik semprot atau elektrik kan harganya mahal jadi yang melakukan insektisida hanya sedikit," paparnya.

Untuk menekan kasus penderita DBD di Indonesia, sambung Miko, perlu dilakukan promosi penggunaan insektisida, terutama di wilayahj dengan tingkat pendidikan rendan dan kepadatan penduduk tinggi.

Melakukan penyuluhan massal kepada masyarakat, terutama di daerah endemis DBD dengan tingkat pendidikan rwndah dan wilayah dengan kepadatan penduduk lebih dari 500.000 per KM2.

Penggunaan larvasida secara massal dapat dilakukan dengan memperhatikan house index atau hasil pemeriksaan jentik berkala.

"Fogging tidak efektif menurunkan kejadian DBD di Indonesia," tegasnya.
(stb)
Berita Terkait
Hari Demam Berdarah...
Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN 2024, Tingkatkan Kesadaran untuk Cegah DBD
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Takeda Dukung Peringatan...
Takeda Dukung Peringatan Hari Dengue Asean 2024 demi Indonesia Bebas Kematian Akibat DBD 2030
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
7 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
3 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved