Tiap tahun jumlah penderita DBD meningkat

Rabu, 16 Januari 2013 - 09:04 WIB
Tiap tahun jumlah penderita...
Tiap tahun jumlah penderita DBD meningkat
A A A
Sindonews.com - Demam berdarah dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan global pada dekade terakhir dengan meningkatnta insiden DBD di dunia.

World Health Organization (WHO) melaporkan lebih dari 2,5 miliar orang dari 2/5 populasi dunia saat ini beresiko terinfeksi virus dengue.

Jumlah negara yang melaporkan kasus DBD dari tahun ke tahun terus bertambah. Tercatat, tahun 2007 ada 68 negara yang melaporkan kasus ini. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 1999 dimana hanya 29 negara saja yang melaporkan.

Saat ini, lebih dati 100 negara di Afrika, Amerika, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik Barat merupakan wilayah dengan dampak DBD serius.

Perluasan wilayah yang melaporkan kasus DBD juga terjadi di Indonesia. Jumlah kabupaten/ kota yang menjadi endemis dari tahun ke tahun meningkat.

Tahun 2006 hanya 200 kabupaten/ kota saja, sedangkan tahun 2007 menjadi 350 kabupaten/kota dan pada 2010 mencapai 464 kabupaten/kota.

Kasus DBD dalam kurun waktu lima tahun pun meningkat. Tahun 2008 tercatat 117.830 kasus dengan 953 kematian (0ase fatality rate/ CFR 0,81), tahun 2010 tercatat 156.086 kasus dengan 1.358 kematian (CFR 0,87).

Di Indonesia sendiri, kasus DBD selalu meningkat pada awal musim hujan dan menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). DBD juga menimbulkan wabah lima tahunan.

"Berbagai program kesehatan telah dilakukan. Misalnya penyelidikan epidemiologi, juru pemantik jentik, fogging, larvasidasi selektif dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M plus," kata pengamat epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono di FKM UI Depok, Rabu (16/01/2013).

Miko menyimpulkan, penggunaan insektisida memiliki efek besar dalam menekan angka penderita DBD dibanding foging dan larvasida.

Namun, kata dia, penggunaan insektisida harus diawasi. Sehingga, kadar penggunaannya tidak melebihi batas yang dapat menyebabkan efek samping.

"Penggunaan insektisida harus diawasi secara rutin. Efek terbesar dalam menekan penderita ksus DBD dengan penggunaan insektisida," ucapnya.
(stb)
Berita Terkait
Hari Demam Berdarah...
Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN 2024, Tingkatkan Kesadaran untuk Cegah DBD
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Takeda Dukung Peringatan...
Takeda Dukung Peringatan Hari Dengue Asean 2024 demi Indonesia Bebas Kematian Akibat DBD 2030
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
2 jam yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
3 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
3 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
6 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
7 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
7 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved