Air tanah dimeterisasi, pengelola hotel menjerit

Selasa, 15 Januari 2013 - 23:11 WIB
Air tanah dimeterisasi,...
Air tanah dimeterisasi, pengelola hotel menjerit
A A A
Sindonews.com – Rencana pengawasan pajak air tanah melalui program meterisasi di kawasan objek wisata Cipanas Kabupaten Garut mendapat penolakan dari sebagian pengelola hotel.

Seorang pengelola salah satu hotel di Cipanas, Ahmad Wahyudin, mengaku penerapan program tersebut secara langsung akan merugikan pendapatan hotelnya.

Menurutnya, bila program meterisasi air itu diterapkan, otomatis akan ada penghitungan air di setiap harinya. Di kawasan Cipanas sendiri, kata dia, air panas yang mengalir terjadi setiap hari.

“Jadi pasti terhitung juga berapa air yang mengalir. Saya menilai kebijakan itu akan sangat memberatkan,” kata Ahmad Selasa (15/1/2013).

Ia beralasan, pendapatan hotel yang dikelolanya hanya ramai terjadi pada setiap akhir pekan saja, yaitu dimulai dari Jumat hingga Minggu. Sedangkan di hari biasa, yakni dari Senin hingga Kamis, kunjungan ke hotelnya sangat minim.

“Bahkan kadang-kadang bisa disebut sepi bila di hari biasa. Makanya bila program itu dilakukan, selaku pengelola saya akan merugi,” ucapnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupataen Garut Asep Irvan membenarkan adanya penolakan terhadap rencana pemerintah terkait program meterisasi ini. Ia menyebutkan, penolakan setidaknya sudah terjadi sejak 2007 silam.

“Adanya rencana pemerintah itu memang mendapat reaksi beragam. Ada yang setuju dengan program pemerintah, dan ada juga yang tidak. Karena beragamnya pendapat itulah, rencana meterisasi sampai sekarang belum juga dimulai,” katanya.

Asep menyarankan, sebaiknya pemerintah melakukan sosialisasi terkait rencana tersebut kepada seluruh pengelola hotel di Cipanas. Menurutnya, masih banyaknya pengelola hotel yang kontra akan program tersebut disebabkan karena pemerintah belum melakukan sosialisasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Mineral dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Garut Uu Saefudin mengatakan, pengawasan pajak air tanah melalui program meterisasi akan mulai diberlakukan mulai 2013 ini. Pemberlakuan akan program ini akan dikuatkan dalam bentuk peraturan daerah (Perda).

“Kita sedang melakukan pembahasan agar ini (meterisasi) bisa diatur dalam perda. Dengan ada perda, seluruh pajak dari penggunaan air tanah di Kabupaten Garut akan diawasi melalui meteran. Selama program meterisasi ini belum berjalan, tarif dalam pengenaan pajak masih flat. Jadi, bila meterisasi berjalan, target pendapatan pajak untuk PAD kita bisa meningkat bekali lipat,” jelasnya.

Setiap tahun, target untuk pendapatan pajak di sektor air tanah hanyalah sebesar Rp305 juta. Sedangkan pada tahun 2012 lalu, pendapatan pajak dari air tanah meningkat sebesar 160 persen, atau sekitar Rp500 juta.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
7 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
7 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
7 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
7 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved