Banjir, petani Ciganjeng setahun tak panen

Selasa, 15 Januari 2013 - 17:52 WIB
Banjir, petani Ciganjeng...
Banjir, petani Ciganjeng setahun tak panen
A A A
Sindonews.com - Ratusan petani di wilayah Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Ciamis sudah hampir satu tahun merindukan masa panen. Ratusan hektare sawah di kawasan Ciganjeng, sudah hampir satu tahun digenangi banjir.

Mereka mengeluhkan, banjir yang menggenangi kawasan Ciganjeng dan sekitarnya, merupakan banjir terlama yang dialami.

"Banjir di Ciganjeng memang banjir musiman, setiap hujann turun dipastikan ratusan hektare di Ciganjeng ini terendam banjir," kata petani setempat Wahyu (39), ditemui di lokasi banjir, Selasa (15/1/2013).

Namun, lanjut Wahyu, biasanya sekalipun digenangi banjir dalam setahun sedikitnya petani di Ciganjeng bisa menikmati satu kali masa panen.

"Untuk banjir kali ini, sudah hampir 10 bulan genangan air tidak kunjung surut. Artinya, dalam waktu yang tersisa hanya tinggal dua bulan tidak mungkin tahun ini petani Ciganjeng bisa melalui massa panen," terang Wahyu.

Menurut Wahyu, luar areal sawah yang terendam banjir lebih dari 100 hektare. Yang pasti, lanjut Wahyu, dirinya bersama petani lain sudah sangat merindukan ingin melalui massa panen di Ciganjeng.

"Terus terang pak, petani Ciganjeng ingin ada kepastian. Apakah kawasan ini akan di buat kawasan pertanian atau akan dijadikan kawasan wisata dijadikan danau Ciganjeng," terang Wahyu.

Tokoh masyarakat setempat Hasyim menilai, keluhan petani setempat merupakan luapan yang wajar. Pasalnya, tahun ini petani Ciganjeng sama sekali tidak bisa menikmati massa panen.

"Biasanya petani Ciganjeng tidak pernah bosan melakukan tanam padi, sekalipun harus berkali-kali rusak terendam banjir," kata Hasyim.

Hanya saja, lanjut Hasyim, biasanya sekalipun mereka berkali-kali gagal tanam ada satu kalai tanam yang berhasil penen. Sebetulnya, terang Hasyim, pemerintah melalui pertanian, sudah memperkenalkan sebuah metode baru menanam padi di kawasan banjir Ciganjeng.

"Saat ini, ada sekira 100 meter lahan banjir di Ciganjeng yang dijadikan percontohan menanam padi apung atau lebih dikenal sawah apung," terang Hasyim.

Tapi, tambah Hasyim, percontohan itu belum bisa dipahami petani setempat. Keberadaan sawah apung dinilai belum memasyarakat.

"Dan yang paling penting, pembiayaan untuk membuat sawah apung dinilai terlalu besar dan memberatkan petani. Sebagian petani, menilai operasional untuk wawah apung tidak akan sebanding dengan hasil yang diperoleh," pungkas Hasyim.
(rsa)
Berita Terkait
Banjir Belum Juga Surut,...
Banjir Belum Juga Surut, Petani Pakistan Rugi Besar
Pemerintah Salurkan...
Pemerintah Salurkan Bantuan Rp175 Miliar untuk Petani Jateng Terdampak Banjir
Tanaman Padi Terendam...
Tanaman Padi Terendam Banjir Sungai Avur, Petani di Tuban Panen Dini
Puluhan Hektar Tanaman...
Puluhan Hektar Tanaman Tersapu Banjir, Petani di Halmahera Utara Merugi
20 Hektare Sawah Petani...
20 Hektare Sawah Petani di Kolaka Utara Tertimbun Lumpur Tambang
Petani Jombang Menangis,...
Petani Jombang Menangis, 30 Hektare Sawah Terendam Banjir
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved