Awas, beredar mie berformalin di Bangkalan

Senin, 14 Januari 2013 - 20:02 WIB
Awas, beredar mie berformalin...
Awas, beredar mie berformalin di Bangkalan
A A A
Sindonews.com – Mie basah yang diduga kuat mengandung bahan pengawet mayat (formalin) ditemukan beredar di salah satu pasar tradisional Bangkalan. Kini, mie basah yang dinilai berbahaya bagi kesehatan tersebut diteliti lebih lanjut dan pedagangnya mendapat pembinaan.

Kasi Gizi Dinas Kesehatan Bangkalan, Ciptaning Tekat, menyatakan, mie basah yang mengandung formalin ditemukan saat pihaknya melakukan pembinaan ke sejumlah pedagang sembako, di Pasar Tradisional Ki Lemah Duwur Bangkalan. Mie tersebut dijual oleh beberapa pedagang.

“Dalam pembinaan yang kami lakukan, kami menemukan mie basah yang mengandung formalin. Padahal tidak boleh dijual pada masyarakat,” ujarnya, Senin (14/1/2013).

Ciptaning menjelaskan, penjualan mie basah berformalin tersebut selain tanpa ada izin dari BPOM, juga sangat berbahaya bila dikonsumsi. Dia juga mengimbau para pedagang yang terlanjur menjualnya, untuk tidak lagi menjual dan juga tidak melakukan kulakan lagi.

Pihak Dinkes sendiri, lebih memilih langkah antisipasi dengan cara melakukan pembinaan dan sekaligus penyluluhan agar tidak menjual lagi. Dinkes juga tidak melakukan penarikan pada barang tersebut, hanya himbau untuk menarik sendiri dan tidak dijualnya lagi.

“Tapi apabila masih kami temukan ada yang menjual akan kami lakukan penarikan paksa,” tegasnya.

Selain menemukan mie basah yang mengandung formalin. Dinkes juga menemukan adanya terasi yang juga bercampur formalin, di pasar tradisional Kecamatan Kwanyar dan Arosbaya.

Sementara itu, Shaleha salah seorang pedagang sembako di pasar tradisional ki Lemah Duwur Bangkalan mengatakan, mie basah tersebut banyak di minati masyarakat.

Alasannya, selain harganya tergolong murah, juga isinya banyak sekali sehingga mengundang daya tarik pembeli. Soal mie basah tersebut mengandung formalin. Dia mengaku baru tahu setelah ada pembinaan dari Dinkes.

“Ya, karena banyak diminati saya kulakan terus. Baru tahu kalau mengandung bahan pengawet,” urainya.

Para pedagang mengaku, mie basah tersebut didapat saat kulakan di beberapa tempat di antaranya pasar Osowilangon, Pabean dan Kaputran Surabaya.
(ysw)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
52 menit yang lalu
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
1 jam yang lalu
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
7 jam yang lalu
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
7 jam yang lalu
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
8 jam yang lalu
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved