Penggusuran PKL di Stasiun Pondok Cina tak berizin

Senin, 14 Januari 2013 - 14:17 WIB
Penggusuran PKL di Stasiun...
Penggusuran PKL di Stasiun Pondok Cina tak berizin
A A A
Sindonews.com - Penggusuran kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di Stasiun Pondok Cina, Depok, ilegal. Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum kantongi izin dari pihak kepolisian. Alhasil, kekacauan pun terjadi.

Mahasiswa dan PKL yang meminta surat izin penggusuran kepada PT KAI tak dapat menunjukkan izin penggusuran kios PKL. Lantaran tak dapat memperlihatkan izin tersebut, preman bayaran PT KAI malah memukul mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang mendampingi para PKL.

Kapolsek Depok Kompol Agus Widodo membenarkan hal itu. Dia bahkan mengaku telah memberitahukan kepada pihak PT KAI untuk tidak membongkar kios PKL terlebih dahulu, dan segera menemui mahasiswa untuk melakukan dialog.

Namun saran dan imbauan pihak kepolisian diacuhkan oleh PT KAI. Mereka tetap melaksanakan penggusuran terhadap PKL yang ada di Stasiun Pondok Cina, Depok. Saat ditanyakan izin penggusuran tersebut, mereka tak dapat menunjukkannya.

"Kami sudah berusaha menghubungi pihak KAI agar memfasilitasi pendemo agar aspirasi mereka tersalurkan," ujar Agus kepada Sindonews, di Stasiun Pondok Cina, Depok, Senin (14/1/2013).

Hingga kini, berdasarkan pengamatan Sindonews di lapangan, tampak ribuan orang sudah berkumpul. Laju kereta api dari Bogor-Jakarta lumpuh. Begitupun sebaliknya, dari Jakarta-Bogor. Kereta api tidak bisa melintas di Stasiun Pondok Cina, karena ada ribuan orang menumpuk.

Aksi bentrokan bermula ketika pembongkaran tengah dilakukan pegawai PT KAI yang dibantu petugas keamanan. Ketika mahasiswa menghadang pembongkaran dan menanyakan surat pembongkaran, petugas PT KAI yang tak bisa memperlihatkan lalu melakukan pemukulan dengan pentungan. Diduga, pemukulan dilakukan oleh preman bayaran.

Akibatnya bentrokan pecah di pintu masuk alternatif antara kampus UI dengan Stasiun Pondok Cina. Kemudian, bentrokan meluas. Karena mahasiswa tidak terima rekan mereka dipukul, mereka menyerang balik ke stasiun. Sesampainya di sana, mahasiswa kembali terlibat bentrok.

Seperti diberitakan sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa (FAM) UI dan BEM UI sempat melakukan aksi menginap di Stasiun UI.

"Iya kita berupaya untuk mengadu ke Komnas HAM dan sebelumnya kita juga menginap untuk membela nasib pedagang," ujar Humas FAM UI, Annisa.

Ratusan kios yang berada di area Peron Stasiun Pondok Cina rencananya akan dilakukan pembongkaran, sebagai lanjutan rencana PT KAI untuk melakukan perbaikan fasilitas dan peningkatan kenyamanan kepada pengunjung dan pengguna jasa angkutan kereta.
(san)
Berita Terkait
PKL di Terminal Palakka...
PKL di Terminal Palakka Sampaikan Aspirasi Soal Penggusuran ke DPRD Bone
Tanggapan Sandiaga Uno...
Tanggapan Sandiaga Uno soal Penggusuran PKL di Destinasi Wisata Puncak Bogor
Aksi Korban Penggusuran...
Aksi Korban Penggusuran di Bandung
Aksi Unjuk Rasa Tolak...
Aksi Unjuk Rasa Tolak Penggusuran di Balaikota Jakarta
Syahar Bangunkan Rumah...
Syahar Bangunkan Rumah untuk Warga Sidrap yang Digusur
Pemprov DKI Tertibkan...
Pemprov DKI Tertibkan 25 Kios di Tebet Jaksel
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
1 jam yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
2 jam yang lalu
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
2 jam yang lalu
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
3 jam yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
4 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved