Ombak di Polewali capai empat meter

Jum'at, 11 Januari 2013 - 15:46 WIB
Ombak di Polewali capai...
Ombak di Polewali capai empat meter
A A A
Sindonews.com - Gelombang laut setinggi empat meter menghantam pesisir pantai Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Ombak menerjang tanggul di sepanjang kawasan garis pantai di Polman.

Pantauan SINDO di kawasan Pantai Pantai Bahari Polewali, gelombang tinggi ini menerjang tanggul hingga naik di jalan. Lebih parah lagi di kompleks pasar baru Polewali yang berseberangan dengan pantai, puluhan pedagang pun terkena bias hantaman ombak.

Mereka terpaksa harus mengumpulkan barang dagangannya agar tidak rusak. Karena air laut sudah mulai menggenangi daratan di kompleks belakang pasar baru itu.

“Menakutkan ini ombak. Tinggi sekali sampai-sampai naik di daratan,” ujar Masnia, salah seorang pedagang di Pasar baru yang ikut merapikan barangnya karena hantaman ombak, Jumat (11/1/2013).

Ombak tinggi yang menghantam tanggul hingga naik di jalan itu juga mengakibatkan kompleks pasar baru tergenang hingga setengah lutut orang dewasa. Meski barang dagangan selamat, namun, tempat yang digunakan menjual juga rusak.

Ombak yang tinggi ini tak hanya berdampak bagi para pedagang di pasar. Tapi seluruh nelayan di wilayah Polewali Mandar, Majene hingga ke Mamuju. Bagaimana tidak, untuk sementara mereka terpaksa harus beristirahat.

“Ini memang sangat berdampak terhadap kami karena satu-satunya mata pencaharian kami hanya melaut. Kalau gelombang ini terus menerus, kami juga akan lama istirahat,” tutur Supardi, salah satu nelayan.

Sementara itu, petugas prakirawan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulbar di Majene, Arman mengatakan gelombang tinggi di Polewali maupun sebagian wilayah Sulbar dipengaruhi oleh badai tropis yang terjadi di Narelle.

Tekanan badai tropis Narelle saat ini berada dikisaran 956 milibar (mb) dan bergerak ke arah selatan menjauhi wilayah Indonesia.

“Gelombang tinggi maupun angin kencang ini masih dimungkinkan terjadi hingga tiga hari kedepan. Selama badai tropis Narelle belum habis,” jelas Arman, ketika dihubungi, Jumat (11/1/2013).

Dikatakan Arman, khusus wilayah Polewali atau pesisir laut selatan, memang gelombangnya atau ombak lebih tinggi dibandingkan Majene maupun Mamuju.

Karena itu, ia juga mengimbau kepada para nelayan untuk tetap waspada dan jangan dulu turun ke laut hingga gelombang kembali normal.
(ysw)
Berita Terkait
Cuaca Buruk di Pelayaran...
Cuaca Buruk di Pelayaran Bajoe-Kolaka, Bus dan Truk Terbalik di KMP Raja Dilaut
Cuaca Buruk, Ratusan...
Cuaca Buruk, Ratusan Kapal Ikan Bersandar di Pelabuhan Nizam Zachman
Cuaca Buruk di Sulsel...
Cuaca Buruk di Sulsel Diprediksi Sampai Akhir Tahun 2021
Penundaan Penyeberangan...
Penundaan Penyeberangan Kapal Akibat Cuaca Buruk di Maluku Utara
BMKG Sebut Provinsi...
BMKG Sebut Provinsi Sulsel Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem
Cuaca Buruk, Nelayan...
Cuaca Buruk, Nelayan di Makassar Diimbau Tak Melaut
Berita Terkini
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
47 menit yang lalu
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
1 jam yang lalu
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
1 jam yang lalu
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
2 jam yang lalu
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
3 jam yang lalu
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved