Kulonprogo tetapkan status tanggap darurat

Jum'at, 11 Januari 2013 - 15:32 WIB
Kulonprogo tetapkan...
Kulonprogo tetapkan status tanggap darurat
A A A
Sindonews.com – Pemkab Kulonprogo memberlakukan status tanggap darurat penanganan bencana cuaca dan iklim ekstrem. Status ini akan berlaku selama tujuh hari ke depan, pasca bencana angin kencang yang mengakibatkan kerusakan rumah akibat tertimpa pohon tumbang.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kulonprogo Eko Susanto mengatakan, Sk bupati terkait status tanggap darurat sudah ditandatangani.

“Latar belakangnya karena bencana angin kencang yang membuah banyak rumah rusak, dan hampir merata di 12 kecamatan,” kata Eko di kantornya, Jumat (11/1/2013).

Eko mengatakan, status tanggap darurat untuk sementara waktu akan berlaku tujuh hari ke depan. Hal ini mengacu rekomendasi BMKG Yogyakarta yang menyatakan cuaca ekstrem selama tujuh hari hingga tanggal 17 Januari.

“Tapi ini tentantif, tergantung kejadian,” katanya.

Dia menjelaskan, BPBD menerima sedikitnya 32 laporan kerusakan akibat pohon tumbang pasca angin kencang, sepanjang Kamis kemarin. Sedangkan kerusakan rumah mencapai 40 unit. BPBD, kata dia, masih terus memverifikasi untuk memastikan jumlah kerusakan.

Penyiap peralatan penanggulangan bencana Agus Sujarwo mengatakan, saat ini stok beras untuk logistik penanganan bencana di BPBD kosong. BPBD hanya memiliki stok nasi kaleng siap saji dalam jumlah terbatas. Untuk itu, BPBD mengajukan bantuan enam ton beras dan 120 dus mi instan ke Dinas sosial DIY.

“Kami ajukan Jumat ini, kalau dikabulkan, berpa pun jumlahnya akan langsung disalurkan ke 12 kecamatan yang menjadi lokasi bencana. Kami tidak menutup peluang pihak lain yang ingin membantu logistik untuk warga,” katanya.

Kabid Sosial Dinsosnakertrans Kulonprogo Arif Prastowo mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik berupa mie instan, peralatan mandi, peralatan kesehatan, dan family kit ke lokasi yang terkena bencana angin kencang.

“Tapi stok kami terbatas, sehingga kami mengusulkan tambahan bantuan,” katanya.
(ysw)
Berita Terkait
Angin Kencang Rusak...
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Desa Bontoala 
Bencana Angin Kencang...
Bencana Angin Kencang di Madiun, Pohon dan Tiang Listrik Tumbang
Puluhan Rumah Rusak...
Puluhan Rumah Rusak di Makassar Diterjang Angin Puting Beliung
Dampak Angin Kencang...
Dampak Angin Kencang di Depok
Puluhan Rumah di Madiun...
Puluhan Rumah di Madiun Rusak Akibat Angin Kencang
Warga Parepare Terdampak...
Warga Parepare Terdampak Angin Kencang Diberi Bantuan
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
4 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
4 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
5 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
5 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
6 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
6 jam yang lalu
Infografis
9 IAIN Berubah Jadi...
9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar 11 PTKN yang Beralih Status
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved