Kompetensi guru ABK masih diragukan

Rabu, 09 Januari 2013 - 15:18 WIB
Kompetensi guru ABK...
Kompetensi guru ABK masih diragukan
A A A
Sindonews.com - Kompetensi atau kemampuan guru bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai masih minim.

Hal ini dikarenakan, para lulusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) tersebut kurang mendapatkan pelatihan praktek mengajar para ABK.

"Lulusan PLB memang sudah punya ijazah sehingga mereka dianggap mampu mengajar siswa ABK. Namun ternyata tidak demikian, masih banyak juga guru ABK yang tidak mengetahui apa sebenarnya yang dibutuhkan para ABK. Pelatihan dan prakter ilmu yang mereka punya masih kurang. Apalagi tidak semua lulusan PLB memang ingin menjadi guru dari siswa ABK," ujar Kepala Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus (PSIBK) Sylvia Carolina Maria Yuniati Murtisari, Rabu (9/1/2013).

Sylvia mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta pun masih kurang, bahkan terkadang pelatihan dari pemerintah hanya berlangsung selama tiga hari. Diakuinya, mendidik guru-guru tunarungu sekarang lebih sulit dibandingkan dengan sebelumnya.

"Beberapa pengajar justru tidak menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa tunarungu. Masih ada saja guru yang mengajar tunarungu menggunakan komunikasi bahasa tutur. Padahal, murid tunarungu tidak memahami hal tersebut. Keprihatinan ini kami ketahui langsung dari para pengelola SLB sendiri," imbuhnya.

Diungkapkan Sylvia, keprihatinan lainnya terhadap tenaga pendidik ABK adalah jumlahnya. Sampai saat ini, perbandingan jumlah guru dan murid di SLB masih kurang proporsional.

Masih ada saja perlakuan mengeneralkan kondisi anak, dimana satu kelas berisi siswa dari berbagai kebutuhan khusus. Akibatnya, pendidikan yang diberikan kepada siswa terkadang menjadi tidak maksimal.

"Tidak ada patokan satu guru membimbing berapa siswa. Semua itu relatif dan perlu melihat tingkat intelegensia anak sekaligus ketunaannya, apakah ganda atau hanya satu. Gambarannya, untuk tunarungu misalnya, jika murid memiliki kecerdasan rata-rata yakni IQ antara 90-110, satu guru maksimal mengajar 10 siswa. Itupun harus tidak dicampur dengan jenis ketunaan lain dan bukan menjadi penderita tuna ganda," jelasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
8 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved