Ternak unggas di garut rentan terserang tetelo

Rabu, 09 Januari 2013 - 07:38 WIB
Ternak unggas di garut...
Ternak unggas di garut rentan terserang tetelo
A A A
Sindonews.com – Selain flu burung, ribuan ekor ternak unggas di Kabupaten Garut rawan terkena penyakit ND (Newcastel Disseases) atau tetelo. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini rawan terjadi di Garut karena kondisi sanitasi dan kandang ternak pada umumnya sangat buruk.

Kepala Dinas Peternakan dan Kelautan (Disnakanla) Kabupaten Garut Hermanto mengatakan, tingginya angka kematian unggas seperti itik dan ayam dari tahun ke tahun umumnya disebabkan oleh penyakit tetelo.

Dari data yang dihimpun pihak Disnakanla Garut, jumlah ternak unggas yang mati dalam kurun waktu Desember 2012 hingga saat ini adalah sebanyak 700 ekor.

“Bukan hanya faktor teknis buruknya sanitasi dan kotornya kandang, faktor cuaca juga dominan menyebabkan ternak unggas mati. Penyakit ini memang rentan menyerang unggas di Garut pada setiap tahunnya,” katanya saat ditemui Selasa (9/1/2013).

Untuk mengantisipasi mewabahnya serangan penyakit tetelo, pihaknya langsung melakukan sosialisasi ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut agar para pemilik ternak lebih memerhatikan kondisi sanitasi dan kebersihan kandang. Ia pun mengaku telah menyiapkan 10 ribu dosis vaksin tetelo per tiga bulan sekali.

“Wilayah dengan kasus penyakit tetelo tertinggi di Garut adalah Kecamatan Banyuresmi, Cibiuk, dan Leuwigoong. Kecamatan Banyuresmi sendiri merupakan kawasan endemik flu burung,” sebutnya.

Pelaksanaan sosialisasi, pemberian vaksin, hingga penyemprotan disinfektan sendiri setidaknya dilakukan dengan cara berkeliling ke beberapa wilayah yang telah ditentukan. Seluruh kegiatan tersebut setidaknya melibatkan unsur pemerintah, kecamatan, desa, hingga masyarakat.

Kasubdin Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Iman Budiman mengatakan, upaya lain untuk menekan adanya serangan penyakit tetelo adalah dengan meningkatkan pengawasan lalu lintas pemasaran unggas. Seluruh petugas UPTD Peternakan di setiap kecamatan, tambah Iman, kini harus mulai memperketat pemeriksaan fisik dan administrasi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal unggas.

“Ternak yang terkena penyakit ini bisa menularkan ke ternak lainnya. Para petugas peternakan di setiap kecamatan harus terus memantau kondisi di lapangan dan melaporkannya ke dinas,” tukasnya.
(stb)
Berita Terkait
Antisipasi Penularan...
Antisipasi Penularan Flu Burung di Kota Bandung
Cegah Penularan Flu...
Cegah Penularan Flu Burung, Puluhan Unggas Selundupan Dimusnahkan
Jepang Laporkan Wabah...
Jepang Laporkan Wabah Flu Burung Pertama di Musim Dingin, 143.000 Ayam Dimusnahkan
Ahli Kesehatan Prediksi...
Ahli Kesehatan Prediksi Inggris Akan Menghadapi Wabah Flu Burung dalam Skala Besar
Ratusan Unggas Positif...
Ratusan Unggas Positif Flu Burung, Peternak Diminta Waspada
Tes PCR Ratusan Burung...
Tes PCR Ratusan Burung Pipit yang Mati Mendadak di Cirebon, Begini Hasilnya
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
53 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved