Lagi, mahasiswa dan pedagang tolak penggusuran
Senin, 31 Desember 2012 - 16:12 WIB
Lagi, mahasiswa dan pedagang tolak penggusuran
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan pedagang dan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) melakukan aksi demonstrasi menolak penggusuran kios para pedagang di Stasiun UI.
Ibu Ayu, salah satu pedagang di Syang sejak tahun 1986 berjualan snack di Kios Nomor 43 Stasiun UI, meminta pertanggungjawaban PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang membuat ratusan nasib para pedagang menjadi terkatung-katung.
"Kalau kita digusur, mau kemana lagi?. Di sini ada 100 pedagang, yang mengais rizki di Stasiun UI," tanyanya ketika diwawancara Sindonews di Stasiun UI, Depok, Senin (31/12/2012).
Tindakan KAI ini menurutnya, amat tidak adil. Pasalnya, setiap hari para pedagang kios membayar uang kebersihan dan keamanan kepada PT KAI. Selain itu, ada juga uang sewa lahan sebesar Rp3,5 juta per tahun.
"Retribusi iya, lewat kepala stastiun. Rp1500 per hari untuk kebersihan dan kemanan, sewa lahan per tahun terakhir Rp3,5 juta. Uang itu masuk resmi ke rekening PT KAI," jelas Ibu Ayu.
Dari usahanya di stasiun UI ini, Ibu Ayu memperoleh penghasilan kotor sebesar Rp150-200 ribu setiap hari. Artinya, ia akan kehilangan sekitar Rp3 juta per bulan, atau Rp36 juta per tahun akibat penggusuran yang dilakukan KAI ini.
"Rp150-200 ribu per hari (penghasilan) kotornya," ucapnya.
Sebelumnya, KAI tidak memberitahukan rencana penggusuran ini jauh-jauh hari. Para pedagang hanya diperintahkan untuk mengosongkan kios pada 28 November 2012 dan hanya diberi waktu 1 minggu.
Namun, aksi penggusuran ini ditunda karena ada reaksi dari para pedagang dan mahasiswa.
"Tidak ada pemberitahuan, 28 November lalu dikasih surat, cuma di kasih waktu seminggu untuk mengosongkan kios, tapi diundur karena protes dari pedagang dan mahasiswa," tutur dia.
Pihaknya mengaku telah berusaha mengajak KAI untuk berdialog, tetapi tidak ada tanggapan hingga hari ini.
"Kita sudah coba membuka dialog, tapi hanya ditemui bagian Humas. PT KAI tidak melakukan dialog dengan alasan hanya menjalankan perintah. Dirut PT KAI belum memberikan tanggapan, kepala stasiun UI saja baru hari ini mau dialog sama kita," tukasnya.
Karena itu, para pedagang Stasiun UI mengadukan tindakan semena-mena KAI ini kepada Komnas HAM. "Komnas HAM janji mau memanggil Dirut PT KAI tanggal 3 (Januari 2013) besok," tutup Ibu Ayu.
(stb)